- Home
- Internasional
- PM Inggris Tunda Pemungutan Suara di Parlemen soal Brexit
Internasional
PM Inggris Tunda Pemungutan Suara di Parlemen soal Brexit
Selasa, 11 Des 2018 14:05
LONDON - Proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang sudah kacau, Senin 10 Desember 2018 menjadi semakin kacau ketika Perdana Menteri Theresa May menunda pemungutan suara majelis rendah parlemen mengenai kesepakatan Brexit, sebuah perjanjian yang memerlukan perundingan berliku-liku selama berbulan-bulan dengan Brussels untuk mencapai kesimpulan akhir.
Setelah perdebatan selama empat hari di Majelis Rendah dan upaya panik perdana menteri itu untuk mendapat persetujuan dari publik Inggris yang makin tidak setuju, para anggota parlemen direncanakan akan menolak perjanjian May itu.
Kekalahan di parlemen tersebut akan memaksa May tersingkir dari jabatannya sebagai perdana menteri dan bisa memicu jatuhnya pemerintahan Konservatif.
Meskipun May, Senin, secara terbuka bersikeras pemungutan suara mengenai perjanjian penarikan diri yang mempertaruhkan kredibilitasnya terus dilaksanakan para pembantunya mengatakan di balik layar, para menteri kabinet memintanya agar tidak meneruskannya.
Sebaliknya mereka mendesak May untuk kembali ke Brussels berupaya mendapatkan lebih banyak konsesi sebelum Majelis Rendah mengambil keputusan.
Mereka berpendapat May akan menghadapi kekalahan bersejarah di parlemen dan perlu mengambil risiko. Tapi pilihan lainnya membuka kembali perundingan mengenai kesepakatan setebal 585 halaman dengan Brussel itu tampak suram.
Berita mengenai penundaan itu, menyebabkan poundsterling yang sudah lemah jatuh ke level terendahnya terhadap dolar dalam 18 bulan dan terhadap Euro.
Berbicara kepada Majelis Rendah yang penuh sesak, May mengatakan ia "menyimak apa yang telah disampaikan" selama tiga hari perdebatan. Komentar itu memancing tawa dan cemooh dari anggota parlemen.
"Jika pemungutan suara dilanjutkan, akan kalah dengan selisih besar. Jadi pemungutan suara akan ditangguhkan," kata May.
May mengatakan kesepakatan itu dalam batasannya yang luas merupakan yang terbaik bagi Inggris. Ia mengatakan akan bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa "pada hari-hari mendatang."
Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menyebut penundaan itu sebagai penghinaan. Ia mengatakan pemerintah telah "kehilangan kendali atas peristiwa itu."
Ia mengatakan kepada Majelis Rendah parlemen May harus memberi
jalan bagi pemerintahan baru. "Pemerintah dalam kekacauan ... dan rakyat
putus asa." Para pemimpin oposisi dilaporkan sedang membahas mosi tidak
percaya kepada pemerintah atau mengecam perdana menteri itu.
(okezone.com)
Internasional
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit