Jumat, 12 Jun 2026

PM Irak Ungkap Jalur Penyelundupan Minyak ISIS

Selasa, 08 Des 2015 10:55
BAGHDAD - Perdana Menteri (PM) Irak Haider Al-Abadi mengatakan kelompok ISIS menyelundupkan sebagian besar minyaknya melalui Turki. Lantaran itu diperlukan tindakan nyata untuk menghentikan aksi penyelundupan minyak ini.

Komentar Al-Abadi dikeluarkan selama pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, yang melakukan kunjungan resmi ke Baghdad untuk membahas hubungan timbal-balik dan perang melawan kelompok IS.

Memburuknya hubungan antara Irak dan Turki terjadi saat Baghdad menuduh Ankara mengirim tambahan tentara dalam misi pelatihan ke Irak Utara tanpa izin dari Baghdad.

Laporan sebelumnya mengatakan satu batalion latih Turki dengan dilengkapi kendaraan lapis baja dikerahkan di dekat Kota Mosul, sekira 400 kilometer di sebelah utara Baghdad. Tujuannya ialah memberi pelatihan kepada kelompok paramiliter Irak untuk melawan kelompok gerilyawan IS.

Menurut pernyataan itu, Al-Abadi mengatakan kepada Seinmeier bahwa penggelaran tentara Turki di wilayah Irak tak bisa diterima karena dilakukan tanpa izin dari Pemerintah Irak. Pasukan, tank, dan artileri Turki dikirim ke Nineveh, provinsi besar di Irak Utara. Mosul, Ibu Kota Provinsi Nineveh, telah berada dalam kekuasaan ISIS sejak Juni 2014.

Sebelumnya Rusia menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat dalam perdagangan minyak ISIS, tapi Erdogan menuduh balik Rusia, dan menyatakan pada kenyataannya Rusia lah yang terlibat dalam penyelundupan minyak dengan ISIS.

Pada Sabtu (5/12), Baghdad menuntut Turki segera menarik pasukannya, yang dikerahkan secara tidak sah ke Irak, yang sedang berusaha menegakkan kedaulatan saat menerima bantuan asing melawan kelompok IS.

Pejabat tinggi pasukan Kurdi di wilayah itu meremehkan pengerahan pasukan tersebut dan menganggapnya sebagai putaran pelatihan berkala, namun harian Turki menganggapnya sebagai bagian dari kesepakatan untuk merancang pangkalan tetap. Dalam menghadapi tekanan politik dari Amerika Serikat, Al-Abadi menganggap barisan rakyat, yang menghadapi pasukan asing di Irak, makin kesulitan selama sepekan terakhir.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.