Senin, 27 Apr 2026

PM Irak Ungkap Jalur Penyelundupan Minyak ISIS

Selasa, 08 Des 2015 10:55
BAGHDAD - Perdana Menteri (PM) Irak Haider Al-Abadi mengatakan kelompok ISIS menyelundupkan sebagian besar minyaknya melalui Turki. Lantaran itu diperlukan tindakan nyata untuk menghentikan aksi penyelundupan minyak ini.

Komentar Al-Abadi dikeluarkan selama pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, yang melakukan kunjungan resmi ke Baghdad untuk membahas hubungan timbal-balik dan perang melawan kelompok IS.

Memburuknya hubungan antara Irak dan Turki terjadi saat Baghdad menuduh Ankara mengirim tambahan tentara dalam misi pelatihan ke Irak Utara tanpa izin dari Baghdad.

Laporan sebelumnya mengatakan satu batalion latih Turki dengan dilengkapi kendaraan lapis baja dikerahkan di dekat Kota Mosul, sekira 400 kilometer di sebelah utara Baghdad. Tujuannya ialah memberi pelatihan kepada kelompok paramiliter Irak untuk melawan kelompok gerilyawan IS.

Menurut pernyataan itu, Al-Abadi mengatakan kepada Seinmeier bahwa penggelaran tentara Turki di wilayah Irak tak bisa diterima karena dilakukan tanpa izin dari Pemerintah Irak. Pasukan, tank, dan artileri Turki dikirim ke Nineveh, provinsi besar di Irak Utara. Mosul, Ibu Kota Provinsi Nineveh, telah berada dalam kekuasaan ISIS sejak Juni 2014.

Sebelumnya Rusia menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat dalam perdagangan minyak ISIS, tapi Erdogan menuduh balik Rusia, dan menyatakan pada kenyataannya Rusia lah yang terlibat dalam penyelundupan minyak dengan ISIS.

Pada Sabtu (5/12), Baghdad menuntut Turki segera menarik pasukannya, yang dikerahkan secara tidak sah ke Irak, yang sedang berusaha menegakkan kedaulatan saat menerima bantuan asing melawan kelompok IS.

Pejabat tinggi pasukan Kurdi di wilayah itu meremehkan pengerahan pasukan tersebut dan menganggapnya sebagai putaran pelatihan berkala, namun harian Turki menganggapnya sebagai bagian dari kesepakatan untuk merancang pangkalan tetap. Dalam menghadapi tekanan politik dari Amerika Serikat, Al-Abadi menganggap barisan rakyat, yang menghadapi pasukan asing di Irak, makin kesulitan selama sepekan terakhir.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.