Minggu, 19 Apr 2026

Internasional,

PM Selandia Baru: Netanyahu Kehilangan Akal Sehat Soal Palestina

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 13:55
Berita satu.com
Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyebutnya telah kehilangan akal sehat terkait kebijakan Israel terhadap Palestina. Pernyataan ini disampaikan Luxon pada Rabu (13/8/2025), di tengah wacana Selandia Baru mengakui negara Palestina.

Menurut Luxon, kurangnya bantuan kemanusiaan, pemindahan paksa penduduk, dan rencana aneksasi Gaza merupakan tindakan yang benar-benar mengerikan dan menunjukkan bahwa Netanyahu telah bertindak terlalu jauh.

“Saya pikir dia sudah kehilangan akal sehatnya. Apa yang kita saksikan semalam, serangan terhadap Kota Gaza, benar-benar tidak dapat diterima,” ujar Luxon, yang memimpin pemerintahan koalisi kanan-tengah.

Awal pekan ini, Luxon menyatakan Selandia Baru tengah mempertimbangkan pengakuan resmi terhadap negara Palestina. Sejumlah sekutu dekat, termasuk Australia, Kanada, Inggris, dan Prancis, telah mengumumkan rencana serupa yang akan dibahas dalam konferensi PBB bulan September mendatang.

Krisis kemanusiaan di Gaza, menurut Inggris, Kanada, Australia, dan sejumlah negara Eropa, telah mencapai tingkat yang tak terbayangkan. Mereka mendesak Israel untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke wilayah yang dilanda perang tersebut.

Israel membantah bertanggung jawab atas kelaparan yang meluas di Gaza, menuding Hamas mencuri bantuan kemanusiaan, sebuah klaim yang dibantah oleh Hamas.

Menjelang sidang parlemen Rabu, sejumlah kecil pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen Selandia Baru, memukul panci dan wajan sambil meneriakkan, “Anggota parlemen, tumbuhkan keberanian, akui Palestina”.

Kontroversi juga terjadi di ruang parlemen ketika anggota Partai Hijau Chloe Swarbrick dikeluarkan setelah menolak meminta maaf atas komentarnya yang menuding politisi pemerintah tidak punya nyali karena tak mendukung rancangan undang-undang untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel.

Swarbrick kembali dikeluarkan dan diskors setelah menolak meminta maaf dan enggan meninggalkan ruang sidang. Ketua DPR Gerry Brownlee menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan penghinaan pribadi yang belum pernah terjadi sebelumnya di parlemen.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.