Senin, 22 Jun 2026

Internasional,

Para Tetangga Ungkap Kelakuan Mark Zuckerberg yang Bikin Resah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 15 Agu 2025 15:22
Detiknews.com
Selama beberapa dekade, lingkungan elit Crescent Park di Palo Alto adalah tempat tinggal impian di California. Para dokter, pengacara, eksekutif bisnis, dan profesor Universitas Stanford tinggal di rumah-rumah menawan di sana.
Mereka pun akrab antar tetangga dan kerap mengadakan pertemuan. Lalu Mark Zuckerberg pindah. Sejak kedatangan sang pendiri Facebook itu 14 tahun yang lalu, ketenangan lingkungan Crescent Park lenyap. Banyak warga juga pergi karena rumahnya dibeli olehnya.

Dikutip detikINET dari Seattle Times, warga hampir tidak pernah melihat pendiri Facebook tersebut, yang kini memiliki kekayaan USD 270 miliar, tapi mereka merasakan kehadirannya setiap hari.

Dia menghabiskan lebih dari USD 110 juta untuk membeli setidaknya 11 rumah. Ia menawarkan kepada para pemiliknya hingga $14,5 juta, dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dari nilai rumah tersebut.

Zuck mengubah lima di antaranya menjadi kompleks perumahan untuknya, istrinya, Priscilla Chan, dan ketiga putri mereka. Ada rumah untuk tamu, taman rimbun, lapangan, dan kolam renang. Kompleks ini dikelilingi deretan pagar tanaman tinggi. Di bawahnya, Zuckerberg membuat ruang bawah tanah luas yang oleh tetangganya disebut bunker atau gua kelelawar. Pengerjaannya dilakukan delapan tahun, memenuhi jalan-jalan dengan peralatan besar dan banyak kebisingan.

Kelakuan Zuckerberg di Crescent Park terungkap melalui wawancara dengan sembilan tetangga. "Tidak ada lingkungan yang ingin dijajah. Tapi itulah yang mereka lakukan," kata Michael Kieschnick, yang rumahnya berbatasan di tiga sisi dengan properti Zuckerberg.

Kieschnick dan beberapa tetangganya marah kepada Zuckerberg karena seperti mengambil alih Crescent Park. Padahal dia bisa membangun kompleks besar di kota terdekat yang jauh lebih luas.

Mereka juga marah ke kota Palo Alto. Di 2016, dewan kota sempat menolak permohonan Zuck membangun kompleks namun kemudian mengizinkannya, hanya saja lebih lambat dan bertahap. Warga juga memberi tahu bahwa Zuckerberg mengoperasikan sekolah swasta di sebuah rumah, tapi tak ada tindakan.

"Para miliarder di mana-mana terbiasa membuat aturan mereka sendiri. Zuckerberg dan Chan bukanlah orang yang unik, kecuali bahwa mereka adalah tetangga kita. Tapi masih menjadi misteri mengapa kota ini begitu ceroboh," kata Kieschnick.

Pemerintah kota menyetujui 56 izin untuk properti Zuckerberg. Pembangunan terhenti beberapa bulan terakhir, tapi diperkirakan akan ada lebih banyak pembangunan lagi. Warga mengatakan jalan masuk rumah terblokir, ban kempes akibat puing konstruksi, dan kaca spion terbentur peralatan.

Sesekali, banyak truk bergemuruh datang, mengantarkan makanan, dekorasi, dan perabotan untuk pesta yang diadakan Zuck. Terkadang, jalan terblokir berhari-hari. Ada layanan parkir valet bagi pengunjung pesta yang mengenakan gaun dan tuksedo, atau kostum jika temanya mengharuskan mereka. Musiknya seringkali bising.

Peter Forgie, pensiunan pengacara yang tinggal di Crescent Park 20 tahun, mengatakan ia menerapkan kebijakan pintu terbuka bagi tetangga, menyambut mereka dan memberikan hadiah ketika ada yang pindah rumah atau memiliki bayi.

Tetapi Zuckerberg tidak mau bergaul. "Kami mencoba mengajaknya bergabung. Selalu ditolak," katanya.

Staf Zuckerberg membuat penyesuaian. Petugas keamanan kini duduk di kendaraan listrik senyap. Zuckerberg tidak menghadiri pesta tahunan warga, tapi ia mengirimkan gerobak es krim ke pesta terakhir.

Dan stafnya mengirimkan hadiah kepada tetangga, termasuk anggur bersoda, cokelat, dan donat Krispy Kreme. Hadiah termahal adalah headphone dengan peredam bising.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jun 2026 11:47

    Polres Indragiri Hulu Gelar Bakti Sosial HUT Bhayangkara Ke-80

    Rengat-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan semba

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.