Minggu, 19 Apr 2026

Internasional,

Pekerja Migran Diikat Forklift di Korea Selatan Picu Kemarahan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 25 Jul 2025 14:15
Berita satu.com
 Rekaman video seorang pekerja migran asal Sri Lanka yang diikat ke forklift di sebuah pabrik batu bata di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, memicu kemarahan publik dan sorotan pemerintah.

Video yang dirilis Jaringan Hak Asasi Manusia Pekerja Migran pada Kamis (24/7/2025), menunjukkan seorang pria Sri Lanka dibungkus dengan plastik bersama tumpukan batu bata, lalu dipindahkan menggunakan forklift di halaman pabrik di Kota Naju pada Februari 2025.

Pengemudi forklift yang merupakan warga Korea Selatan tampak mengendarai forklift sambil tertawa, sementara pekerja lain terdengar berteriak meminta korban meminta maaf. Tidak ada yang menolong pria tersebut.

Aktivis Mun Gil-ju mengungkapkan korban berusia 31 tahun dan menjadi sasaran hukuman sekitar lima menit karena dinilai tidak cekatan dalam bekerja. Dalam wawancara televisi, korban mengaku mengalami stres dan tekanan mental akibat insiden itu. Manajemen pabrik menyampaikan permintaan maaf resmi dan menyebut kejadian itu sebagai "lelucon", tetapi aktivis HAM mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat.

Sekitar 20 aktivis menggelar aksi di depan Balai Kota Naju pada 24 Juli, menuntut penegakan hukum terhadap pihak yang terlibat. Media lokal Kukmin Ilbo menyebut insiden ini sebagai "memalukan" dan mencerminkan buruknya perlakuan pekerja migran di Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengecam tindakan tersebut dalam unggahan di Facebook, menyebutnya sebagai pelanggaran hak asasi manusia kelompok minoritas. Dalam rapat kabinet, Lee memerintahkan kementerian terkait memeriksa kondisi kerja pekerja migran serta menyusun langkah nyata untuk mengakhiri pelanggaran serupa.

Pabrik batu bata tersebut mempekerjakan 24 pekerja, termasuk tujuh warga asing asal Sri Lanka dan Timor Leste. Korban yang muncul dalam video dilaporkan masih bekerja di pabrik tersebut.

Kementerian Tenaga Kerja Korea Selatan menyatakan akan menyelidiki pabrik itu dan menyoroti perlakuan terhadap pekerja asing sebagai indikasi masalah sistemik.

Korea Selatan mempekerjakan ratusan ribu pekerja migran dari Asia Tenggara dan Tiongkok untuk pekerjaan bergaji rendah atau berisiko tinggi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Korea mencatat angka kematian akibat pekerjaan di kalangan pekerja migran meningkat dari 7% menjadi 12,2% antara 2010â€"2019, menyebutnya sebagai tren mengkhawatirkan. Laporan penelitian 2024 juga menemukan bahwa pekerja migran tiga kali lebih mungkin meninggal karena kecelakaan kerja dibanding pekerja lokal.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.