- Home
- Internasional
- Pemberontak Suriah Akui Terima Pasokan Senjata dari AS
Pemberontak Suriah Akui Terima Pasokan Senjata dari AS
Jumat, 23 Okt 2015 03:22
Informasi itu diungkapkan kepada VOA, Jumat (23/10/2015), oleh Talal Sellou, mantan kolonel Angkatan Udara Suriah dan satu dari enam komandan senior Pasukan Demokratik Suriah, aliansi milisi yang umumnya terdiri dari orang-orang Arab dan Turkmen yang dibentuk pekan lalu.
Pengungkapan itu kemungkinan membuat marah Pemerintah Turki yang sudah memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar memastikan senjata tidak diberikan kepada Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).
Talal Sellou (50) memimpin pusat komando gabungan yang baru dibentuk. Komando itu mengoordinasi operasi terpadu milisi Arab, Turkmen dan YPG, pasukan gabungan yang terdiri dari sekira 20.000 pejuang.
"Ya, kami menerima senjata-senjata itu. Mereka menjatuhkannya untuk kami. Sebagian besar senjata itu masih disimpan, belum dibagikan ke pejuang di garis depan," kata Sellou.
Milisi Arab dan Turkmen itu secara resmi menyebut diri sebagai Pasukan Demokratik Suriah. Ditanya apakah pasokan senjata AS yang didrop dari udara itu dibagikan kepada orang-orang Kurdi? "Ya, senjata itu untuk orang-orang Arab, Turkmen, YPG, untuk semua. Di antara kami tidak ada perbedaan," tambahnya.
Pekan lalu, Perdana Menteri (PM) Turki Ahmet Davutoglu secara terbuka memperingatkan Amerika dan Rusia, yang selama ini merangkul YPG, agar tidak mempersenjatai kelompok Kurdi Suriah, dengan alasan langkah tersebut akan mengancam keamanan Turki.
YPG adalah cabang Partai Pekerja Kurdistan atau PKK, yang dilarang. Turki khawatir keberhasilan milisi Kurdi Suriah menguasai daerah-daerah di perbatasannya akan memicu ambisi separatis Kurdi di Turki. Gencatan senjata antara Turki dan PKK runtuh Juli lalu, memicu dimulainya kembali perseteruan yang telah berlangsung puluhan tahun antara orang-orang Kurdi di Turki dan orang-orang Turki.
Pasokan senjata lewat udara minggu lalu adalah yang pertama dilakukan Amerika di Suriah timur-laut sejak pengiriman senjata dan amunisi lewat udara pada Oktober 2014 bagi pasukan YPG yang membebaskan Ayn al Arab atau Kobani, kota di perbatasan yang terkepung militan ISIS.
Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat
PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl
Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad
Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban
Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik
Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait
Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta
SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut