- Home
- Internasional
- Peneliti Cari Sukarelawan yang Mau Diinfeksi Virus Zika
Internasional
Peneliti Cari Sukarelawan yang Mau Diinfeksi Virus Zika
Jumat, 19 Agu 2016 11:29
WASHINGTON DC – Peneliti di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan lowongan pencarian beberapa sukarelawan yang bersedia diinfeksi virus zika. Pengumuman tersebut merupakan upaya para peneliti untuk melakukan studi mendalam sekaligus memenuhi kebutuhan vaksin terhadap virus yang umumnya ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti itu.
Sebagaimana dikabarkan CBS News, Jumat (19/8/2016), sejauh ini mereka telah memiliki dua kandidat sukarelawan. Tahap selanjutnya adalah pengujicobaan dini, sehingga butuh banyak sukarelawan untuk memastikan vaksin itu efektif.
Menurut mereka, satu-satunya cara untuk membuktikan keampuhan vaksin ini adalah dengan mengujinya ke ribuan orang Amerika Latin dan Karibia yang paling rentan terinfeksi. Meski demikian, jika hasilnya berjalan sesuai yang diharapkan sekalipun, belum tentu vaksin-vaksin tersebut bisa segera didistribusikan.
Oleh karena itu, para peneliti di AS ingin melakukan penelitian dengan cara berbeda. Cara yang dimaksud adalah mengamati perkembangan vaksin dalam tubuh manusia melalui studi yang disebut human challenge.
Jadi, orang sehat disuntikkan virus zika secara alami. Lalu diteliti prosesnya, dilihat reaksi tubuh ketika terinfeksi, termasuk mencari tahu seberapa besar virus itu bisa menginfeksi seseorang. Meski begitu, penelitian semacam ini jelas sangat berisiko.
Maka itu, para peneliti membutuhkan persetujuan lebih dulu dari pemerintah. Jika diizinkan, mereka bisa mulai mencari sukarelawan yang bersedia dibayar untuk menjadi "kelinci percobaan".
"Kami tertarik melakukan studi menantang ini bukan semata sebagai satu langkah penting untuk mengembangkan vaksin, tetapi juga bermaksud mempelajari lebih banyak tentang zika. (Melalui studi ini) kita bisa melihat hal-hal yang tidak bisa kita lakukan (jika mengujinya) pada seseorang yang sudah terinfeksi," terang Dokter Anna Durbin, peneliti dari Akademi Kesehatan Publik Josh Hopkins Bloomberg, selaku pihak yang memimpin penelitian ini.
Rencananya, penelitian akan dilakukan paling lambat Desember 2016. Bertempat di Laboratorium Rumah Sakit Baltimore, Anna meyakini informasi yang akan mereka hasilkan dari studi dengan cara itu sangat membantu peneliti untuk memproduksi vaksin yang tepat untuk mengendalikan penyebaran virus penyebab microcephaly pada bayi baru lahir tersebut. (Okezone.com)
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener