Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Penembakan di Masjid Selandia Baru, Menlu: 6 WNI Ada di Dalam Masjid

Internasional

Penembakan di Masjid Selandia Baru, Menlu: 6 WNI Ada di Dalam Masjid

Jumat, 15 Mar 2019 11:36
Detik.com
Foto: Menlu Retno
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan ada enam warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru saat penembakan terjadi. Tiga WNI dipastikan selamat dan berhasil dikontak.

"Informasi awal mengatakan bahwa terdapat 6 warga negara Indonesia yang berada di masjid tersebut. Tiga warga negara Indonesia berhasil melarikan diri. Sudah bisa melakukan kontak," kata Retno di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Retno masih mencari keberadaan tiga WNI lainnya. KBRI Wellington sudah menerjunkan tim untuk memastikan keselamatan WNI.

"Kita sedang mencari tiga warga negara Indonesia yang lainnya," sebutnya.

Retno mengatakan ada 330 WNI di Christcurch, 130 di antaranya pelajar. Dia mengatakan timnya masih terus bekerja.

"Jadi sekarang tim sudah berada di sana. Mengenai siapa pelaku, berapa pelaku, motifnya apa. Sampai sekarang belum diperoleh informasi," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru. Harian New Zealand Herald melaporkan pelaku adalah seorang pria Australia yang telah menulis manifesto berisi ideologi ekstrem kanan yang anti-Islam dan anti-imigran.

Seorang saksi mata yang diwawancara TVNZ mengatakan, seorang pria memasuki Masjid Al Noor dengan menenteng pistol pada pukul 13.45 waktu setempat.

"Saya mendengar suara letusan senjata api. Lalu ketika suara itu terdengar kembali, saya pun lari. Banyak jamaah sedang duduk di lantai masjid. Saya berlari ke bagian belakang masjid," kata dia.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan ini adalah kejadian "luar biasa, tak pernah terjadi sebelumnya, dan salah satu hari terkelam" negara tersebut. Dia juga mengatakan "seorang tersangka telah ditahan aparat", tapi mungkin ada lainnya yang terlibat.



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:50

    Trump: Minyak Habis dalam 4 Pekan Jika Hormuz Ditutup

    Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan cadangan minyak dunia berpotensi habis dalam waktu sekitar empat minggu apabila Selat Hormuz tetap ditutup. Menurutnya, pembu

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:46

    Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Disinformasi dan Upaya Pecah Belah Bangsa

    Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya p

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:43

    Prabowo Janji Beri Dukungan ke Timnas Indonesia agar Lolos Piala Dunia 2030

    Presiden Prabowo Subianto memastikan akan memberikan dukungan kepada Timnas sepak bola Indonesia agar dapat lolos dan berlaga di Piala Dunia 2030. Dia berjanji akan mendukung semua program PSSI terkai

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:42

    TNI AL Usulkan Nama Gajah Mada atau Soedirman untuk Kapal Induk Indonesia Pertama

    Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengajukan dua nama tokoh bersejarah untuk kapal induk pertama Indonesia. Usulan ini mencakup Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, dua figur yang

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:39

    SPPG Diminta Satgas MBG Ambil Telur dan Daging dari Koperasi Peternak Unggas Jawa Tengah

    Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah sepakat bakal menyerap telur dan daging ayam dari para peternak unggas Jateng selama dua kali dalam seminggu. Kesepakatan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.