- Home
- Internasional
- Pengamat: Al Qaeda Sedang Tiarap Namun Masih Berbahaya
Internasional
Pengamat: Al Qaeda Sedang Tiarap Namun Masih Berbahaya
Rabu, 31 Jul 2019 16:32
Namun beberapa pengamat mengatakan bahwa Al Qaeda masih merupakan kelompok yang berbahaya namun sengaja untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa membuat mereka mendapat perhatian dunia internasional.
Sejak pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden tewas di Pakistan tahun 2011, Al Qaeda tampaknya sengaja 'tiarap' dan tidak melakukan serangan besar terutama di negara-negara Barat.
"Saya percaya bahwa Al Qaeda sengaja untuk tidak melakukan serangan teroris berskala internasional, khususnya yang 'spektakuler' untuk tidak menarik perhatian," kata Bruce Hoffman, peneliti mengenai terorisme global di Georgetown University, Amerika Serikat.
"Al Qaeda... jelas sekali masih ada."
"Saya bahkan berani mengatakan bahwa kelompok ini diam-diam dan dengan sabar membangun kekuatan dan terus mengumpulkan sumber daya untuk melanjutkan perjuangan yang dicanangkan oleh Osama bin Laden lebih dari 20 tahun lalu."
Perjuangan mereka adalah perjuangan ideologis dan perjuangan fisik melawan apa yang mereka sebut musuh-musuh Islam.
Pemimpin kelompok itu Ayman al-Zawahiri mengatakan fokus Al Qaeda adalah menyerang Amerika Serikat yang disebut sebagai 'kepala ular' dan 'musuh utama warga Muslim di seluruh dunia'.
Serangan terbesar yang pernah dilakukan Al Qaeda adalah serangan yang dikenal dunia sebagai peristiwa 11 September tahun 2001 dimana beberapa gedung penting di Amerika Serikat termasuk World Trade Centre di New York dan Gedung Kementerian Pertahanan AS Pentagon di Washington, DC diserang.Al Qaeda juga ingin mendirikan kekhalifahan Islam dari Yerusalem sampai ke Spanyol.
Tujuan mereka hampir sama dengan IS, juga karena IS sebelumnya mulai sebagai Al Qaeda di Irak, sebelum kemudian karena adanya perbedaan ideologi membuat kelompok itu terpecah di tahun 2013.
Sejak itu, dunia internasional lebih mengenal serangan yang dilakukan IS ke beberapa negara Barat termasuk Australia, namun IS kehilangan seluruh wilayah yang dikuasainya di Timur Tengah di bulan Maret 2019.
Di saat kekuatan IS diserang oleh pihak koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan wilayah kekuasaannya di Irak dan Suriah menghilang, Al Qaeda diam-diam memperkuat jaringannya di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
"Al Qaeda berusaha menutupi kekosongan yang tercipta menyusul kalahnya ISIS," kata Professor Hoffman.
"Seluruh
kegiatan yang diam-diam mereka lakukan menunjukkan adanya persiapan
yang dibuat dimana di satu saat pemimpin mereka Ayman al Zawahiri akan
menentukan saat yang tepat untuk bergerak lagi."
Masih jadi ancaman
Bulan Juni lalu, polisi di Spanyol menahan 10 orang yang menyalurkan dana bagi kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda di Suriah.
Dan tahun lalu, Menteri Pertahanan Inggris memperingatkan bahwa Al Qaeda sedang mengembangkan teknologi untuk menembak jatuh pesawat dan merencanakan serangan di bandar udara.
"Serangan terhadap dunia penerbangan sangat nyata. Al Qaeda muncul kembali. Mereka sudah membina kekuatan," kata Menteri Ben Wallace kepada harian Inggris The Sunday Times.
"Mereka sedang merencanakan semakin banyak kemungkinan serangan ke Eropa dan semakin paham dengan metode baru, dan masih berencana melakukan serangan di bidang penerbangan," katanya.
Walau Al Qaeda sekarang tampak diam, mereka tetap bergerak, dan menurut beberapa pengamat, mereka akan melakukan serangan lagi di negara-negara Barat.
"Mereka sudah bergerak di semakin banyak negara. Sebelumnya mereka hanya bergerak di beberapa negara saja," kata Prof Hoffman.
Hoffman memperkirakan Al Qaeda berada di sedikitnya 20 negara dengan kekuatan sekitar 40 ribu pejuang bersenjata.
Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini
(detik.com)
Internasional
Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur
DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila
Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang
Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc
Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha
Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik
Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1
Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia
JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.