- Home
- Internasional
- Pentagon Klaim Bunuh Dua Pemimpin Top ISIS & Al Shabab
Pentagon Klaim Bunuh Dua Pemimpin Top ISIS & Al Shabab
Selasa, 08 Des 2015 08:23
Sebagaimana dikutip Al Jazeera, Selasa (8/12/2015), Pentagon mengonfirmasi bahwa serangan udara mereka sejak awal November 2015 di Libya dan Somalia telah membuat dua pemimpin top kelompok ekstremis itu tewas.
Menurut Juru Bicara Pentagon, Peter Cook, salah seorang dari dua pemimpin top itu teridentifikasi sebagai Abu Nabil, yang diyakini merupakan pemimpin top ISIS di Libya.
"Dengan tewasnya Abu Nabil, maka itu akan mengurangi kemampuan ISIS dalam merekrut orang baru di Libya," ujar Peter Cook.
"Sementara itu, seorang lainnya yang diyakini merupakan pemimpin top Al Shabab di Somalia hingga kini belum teridentifikasi," sambungnya.
Cook menambahkan, sejak November 2015, Pentagon telah mengerahkan jet tempur F-15 untuk meluncurkan 13 serangan udara di Kota Derna, Libya, dan di Somalia.
Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?
JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok
Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?
BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s
Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya
JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan
AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas
JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga
Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T