- Home
- Internasional
- Perusahaan Swiss Dicurigai Terlibat Perdagangan Minyak ISIS
Perusahaan Swiss Dicurigai Terlibat Perdagangan Minyak ISIS
Senin, 14 Des 2015 14:40
Minyak curian ISIS dari Irak dan Suriah dibawa ke melalui jalur darat ke beberapa pelabuhan di Turki, salah satunya Ceyhan. Dari sana minyak-minyak itu akan dikirimkan ke pelanggan-pelanggan internasionalnya.
Laporan yang dilansir Sputnik, Senin (14/12/2015a) menyebutkan bahwa Le Matin memperoleh dokumen yang menunjukkan beberapa perusahaan Swiss mengekspor minyak mereka dari Ceyhan. Penyelidikan tersebut juga mengungkapkan bahwa pembelian itu dilakukan baru-baru ini dan dilakukan secara rutin.
Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya perdagangan minyak ilegal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan itu.
Meski ada larangan untuk membeli minyak ilegal ISIS, namun harganya yang jauh di bawah harga pasaran dunia membuat banyak pihak tidak keberatan untuk membelinya meski resikonya juga besar.
Wilayah Turki telah lama dilihat sebagai salah satu jalur utama penjualan minyak-minyak ilegal dari Irak dan Suriah. Minyak-minyak tersebut merupakan salah satu sumber utama pemasukan kelompok militan ISIS.
Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?
JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok
Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?
BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s
Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya
JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan
AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas
JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga
Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T