Jumat, 12 Jun 2026

Peta Serangan ISIS Berbentuk Salib, Vatikan Target Terakhir

Senin, 21 Des 2015 09:33
Express
Peta serangan ISIS menyerupai salib.

PAKAR dari Institut Studi Perang (ISW) baru-baru ini mengungkap peta serangan kelompok teroris ISIS yang secara mengejutkan ternyata membentuk Salib.

Garis pemetaan ditarik dari titik-titik lokasi serangan ISIS di Eropa, baik yang sudah terealisasi maupun yang kemungkinan akan menjadi target penyerangan selanjutnya. Dengan target akhir Paus Fransiskus di Vatikan, Roma menurut video terbaru yang dirilis ISIS, berjudul "Armageddon Battle with The West".

"Penemuan berdasarkan hasil analisis peta serangan ini menunjukkan kemungkinan ISIS tengah membangkitkan kembali perang anti-Kristus atau mereka mencoba meniru perang suci," demikian keterangan resmi ISW, sebagaimana yang diwartakan Sunday Express, Senin (21/12/2015).

Berdasarkan analisis pakar dan video pertarungan akhir zaman melawan negara Barat yang diunggah ISIS ke dunia maya, diyakini kelompok teroris itu sebagai perwujudan Iblis yang diwahyukan Alkitab dan Alquran.

Ketika ditanyai tanggapannya sebagai target terakhir ISIS, Paus Fransiskus mengaku tidak takut akan ancaman tersebut.

"Paus bahkan menolak ketika mobilnya hendak diganti demi keselamatannya selama menyampaikan injil pada peraayaan Natal tahun ini. Ya, dia tidak takut. Dia menyadari bahayanya, tapi dia tidak ingin kehilangan kontak dengan orang-orang," kata juru bicara Paus.

Dalam video tersebut, ISIS juga menampilkan gambar pengibaran bendera ISIS di Basilika Kepausana Santo Petrus, Vatikan dengan maksud menyebarkan teror dan meningkatkan kekhawatiran perang suci di Roma.

Sementara itu, Profesor Richard Landes dari Universitas Boston, yang telah mempelajari ISIS sebagai kultus apokaliptik berkomentar soal kemungkinan ISIS menyerang Roma.

"Mereka tahu bahwa Roma memiliki kekuatan simbolik. Sesungguhnya mereka masih hidup di Abad Pertengahan, ketika Roma memiliki kekuatan besar secara simbolis. Bagian dari keberhasilan ISIS sejauh ini, berasal dari ketidakmampuan kita untuk memahami apa yang sebenarnya sedang kita hadapi," ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengatakan, dirinya tidak percaya ISIS sedang merencanakan sebuah pola serangan berbentuk salib. Akan tetapi, ia setuju jika dikatakan mereka tengah merencanakan sebuah pertempuran simbolik di Eropa.

Menurutnya, kelompok ekstremis asal Irak dan Suriah itu hanya ingin mengganggu masyarakat Eropa dan negara Barat.

"Mereka memiliki kesempatan yang lebih baik di Eropa, karena sebagian besar negara di Eropa benar-benar tidak siap untuk berkonfrontasi (dengan serangan ideologi ISIS)," terang Landes.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.