Minggu, 28 Jun 2026

Internasional

Politikus UMNO: Aksi 812 Seharusnya Juga Diikuti Warga Non-Melayu

Senin, 10 Des 2018 16:30
Detik.com
Kuala Lumpur - Anggota parlemen Malaysia dari UMNO untuk wilayah Gua Musang, Tengku Razaleigh Hamzah, menyatakan agar aksi 812 atau anti-ICERD seharusnya juga diikuti oleh etnis non-Melayu. Warga Melayu di Malaysia didorong untuk menjalin persatuan dengan warga dari etnis dan agama lain tanpa prasangka apapun.

Diketahui bahwa aksi anti-ICERD yang digelar di Kuala Lumpur pada Sabtu (8/12) lalu bertujuan merayakan penolakan pemerintahan Malaysia untuk meratifikasi ICERD, yang merupakan kependekan dari Konvensi Internasional Soal Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Ras.

ICERD merupakan Konvensi PBB yang melarang segala bentuk diskriminasi ras. Para pengkritik konvensi itu khawatir bahwa ratifikasi konvensi itu akan mengganggu hak-hak istimewa etnis Melayu dan mengancam status Islam sebagai agama resmi Malaysia. Bulan lalu, pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad memutuskan tidak akan meratifikasi ICERD setelah penolakan menyeruak.

Tengku Razaleigh menyebut aksi anti-ICERD itu menjadi platform yang baik untuk menunjukkan persatuan di antara etnis Melayu. Namun, lanjutnya, akan lebih baik lagi jika aksi itu juga melibatkan warga dari ras lainnya.

"Dalam satu aspek, itu (aksi anti-ICERD) sangat baik. Itu baik untuk persatuan Melayu. Tapi saya akan lebih menyukainya jika ada jumlah besar yang sama untuk non-Melayu (yang berpartisipasi). Kita sebuah negara yang multiras. Itu tidak bisa hanya soal Melayu... Akan lebih baik jika kita menjalin persatuan dalam masyarakat multiras kita," tegas Tengku Razaleigh seperti dilansir New Straits Times dan The Star, Senin (10/12/2018).

Tengku Razaleigh yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat UMNO (United Malays Nations Organization) ini menekankan pentingnya bagi warga Melayu untuk mengikutsertakan warga non-Melayu dalam aksi-aksi seperti anti-ICERD kemarin. Ditegaskan Tengku Razaleigh bahwa warga Melayu tidak bisa mengesampingkan ras lainnya ketika menyangkut isu semacam itu.

"Kita (Melayu) harus mengundang mereka untuk bergabung dengan kita (dalam aksi). Jika Anda tetap bicara soal Melayu dan Islam, yang lain tidak akan mau bergabung," sebutnya.

"Apakah kita suka atau tidak, kita hidup dan bekerja bersama (dengan ras-ras lainnya). Harus ada yang memberi dan menerima. Kita tidak bisa memiliki semuanya hanya untuk kita sendiri, kita harus berbagi. Kita berbagi udara dan tanah, dan kita berbagi kehidupan kita meskipun agama kita berbeda," imbuh Tengku Razaleigh.

Lebih lanjut, Tengku Razaleigh menyatakan keyakinannya bahwa ICERD bisa diratifikasi di masa mendatang jika isunya telah dijelaskan secara detail untuk mencegah kesalahpahaman di antara masyarakat. Tengku Razaleigh meyakini bahwa ICERD tidak bertentangan dengan Konstitusi Malaysia.

"Saya pikir kita bisa menerima ICERD. Untuk sementara waktu, perlu diberikan penjelasan menyeluruh kepada orang-orang untuk menghindari kesalahpahaman," ucapnya.

"ICERD bukan soal mengamandemen Konstitusi kita atau menghapuskan sebagian dari Konstitusi. Saya pikir bukan itu tujuannya. Dan kita mungkin tidak bisa menerimanya sekarang karena rakyat kita belum mencapai level di mana kita bisa berkompetisi. Kita masih memiliki orang-orang dengan standar kehidupan berbeda. Jadi kita tidak bisa menerimanya sekarang karena kita takut akan ada kesalahpahaman," jelas Tengku Razaleigh.

"Saya pikir alasan beberapa orang menentang ICERD karena mereka tidak siap berkompetisi dengan yang lain. Penerapannya hanya bisa dilakukan jika pemerintah memberikan penjelasan yang lebih jelas soal konvensi itu," imbuhnya.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.