Jumat, 12 Jun 2026

Internasional,

Presiden Macron Dituduh Antisemit, Prancis: Netanyahu Tercela!

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 20 Agu 2025 14:38
okezone.com
Hubungan diplomatik Prancis dan Israel memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron bersikap antisemit. Istana Kepresidenan Prancis Elysee langsung membantah tuduhan itu.

Dalam pernyataannya, Elysee menegaskan Prancis akan selalu melindungi warganya pemeluk Yahudi. Pihaknya mengecam balik tuduhan Netanyahu yang dianggap berlebihan dan penuh manipulasi.

“Tuduhan Netanyahu terhadap Presiden Macron adalah keliru, tercela, dan tidak akan dibiarkan begitu saja. Yang diperlukan saat ini adalah keseriusan serta tanggung jawab Israel," bunyi pernyataan Elysee.

Tuduhan disampaikan Netanyahu terkait langkah Prancis yang berencana mengakui negara Palestina dalam Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), pada September mendatang. Netanyahu menyampaikan tuduhan itu lewat surat pribadi kepada Macron. Dalam suratnya, Netanyahu menuding pengakuan Palestina justru memperburuk situasi.

“Seruan Anda untuk negara Palestina justru mengobarkan api antisemitisme. Ini bukan diplomasi, melainkan upaya peredaan. Ini memberikan hadiah bagi teror Hamas, memperkuat penolakan Hamas membebaskan sandera, memberi kekuatan bagi mereka yang mengancam Yahudi Prancis, dan mendorong kebencian terhadap Yahudi yang kini menghantui jalanan Anda,” bunyi surat, seperti dikutip dari Politico, Rabu (20/8/2025).

Efek Bola Salju Pengakuan Palestina

Langkah Prancis mengakui Palestina disebut memberi dorongan baru bagi negara-negara lain. Inggris, Portugal, dan Malta sudah mengikuti jejak serupa, disusul Kanada serta Australia.

Hingga kini, Palestina telah diakui 147 negara. Sejak 2024 saja atau selama serangan Israel ke Jalur Gaza, dukungan kemerdekaan Palestina datang dari sedikitnya 10 negara baru, termasuk Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia.

Namun, keanggotaan penuh Palestina di PBB tetap terhalang lantaran Amerika Serikat menggunakan hak veto pada 2024 demi melindungi Israel.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • Kamis, 21 Mei 2026 09:26

    Polsek Kelayang Ungkap Kasus Narkotika Di Desa Talang Pring, Dua Tersangka Dibekuk BB Puluhan Gram Sabu

    INHU-Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Kelayang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di D

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.