Minggu, 19 Apr 2026

Internasional,

Presiden Macron Dituduh Antisemit, Prancis: Netanyahu Tercela!

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 20 Agu 2025 14:38
okezone.com
Hubungan diplomatik Prancis dan Israel memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron bersikap antisemit. Istana Kepresidenan Prancis Elysee langsung membantah tuduhan itu.

Dalam pernyataannya, Elysee menegaskan Prancis akan selalu melindungi warganya pemeluk Yahudi. Pihaknya mengecam balik tuduhan Netanyahu yang dianggap berlebihan dan penuh manipulasi.

“Tuduhan Netanyahu terhadap Presiden Macron adalah keliru, tercela, dan tidak akan dibiarkan begitu saja. Yang diperlukan saat ini adalah keseriusan serta tanggung jawab Israel," bunyi pernyataan Elysee.

Tuduhan disampaikan Netanyahu terkait langkah Prancis yang berencana mengakui negara Palestina dalam Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), pada September mendatang. Netanyahu menyampaikan tuduhan itu lewat surat pribadi kepada Macron. Dalam suratnya, Netanyahu menuding pengakuan Palestina justru memperburuk situasi.

“Seruan Anda untuk negara Palestina justru mengobarkan api antisemitisme. Ini bukan diplomasi, melainkan upaya peredaan. Ini memberikan hadiah bagi teror Hamas, memperkuat penolakan Hamas membebaskan sandera, memberi kekuatan bagi mereka yang mengancam Yahudi Prancis, dan mendorong kebencian terhadap Yahudi yang kini menghantui jalanan Anda,” bunyi surat, seperti dikutip dari Politico, Rabu (20/8/2025).

Efek Bola Salju Pengakuan Palestina

Langkah Prancis mengakui Palestina disebut memberi dorongan baru bagi negara-negara lain. Inggris, Portugal, dan Malta sudah mengikuti jejak serupa, disusul Kanada serta Australia.

Hingga kini, Palestina telah diakui 147 negara. Sejak 2024 saja atau selama serangan Israel ke Jalur Gaza, dukungan kemerdekaan Palestina datang dari sedikitnya 10 negara baru, termasuk Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia.

Namun, keanggotaan penuh Palestina di PBB tetap terhalang lantaran Amerika Serikat menggunakan hak veto pada 2024 demi melindungi Israel.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.