Minggu, 19 Apr 2026

Internasional

Raja Salman Izinkan Arab Saudi Kembali Jadi Tuan Rumah Tentara AS

Sabtu, 20 Jul 2019 14:23
Detik.com
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud
Riyadh - Arab Saudi memutuskan untuk kembali menjadi tuan rumah tentara-tentara Amerika Serikat (AS) dalam langkah gabungan dengan AS untuk meningkatkan keamanan kawasan. Langkah yang mendapat persetujuan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ini diumumkan saat ketegangan di kawasan Teluk semakin meningkat.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/7/2019), langkah terbaru ini diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Saudi pekan ini seperti disampaikan via kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

"Berdasarkan kerja sama mutual antara Arab Saudi dan Amerika Serikat, dan keinginan mereka untuk meningkatkan apapun yang bisa menjaga keamanan di kawasan dan kemampuannya... Raja Salman memberikan persetujuannya untuk menjadi tuan rumah pasukan militer Amerika," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi.

Diketahui bahwa Saudi tidak lagi menampung pasukan militer AS sejak tahun 2003, saat Perang Irak berakhir.

Kehadiran militer AS di Saudi saat itu berlangsung selama 12 tahun, yang diawali dengan Operation Desert Storm tahun 1991 lalu saat Irak menginvasi Kuwait.

Saat Perang Irak mencapai puncak, sebanyak 200 pesawat militer AS ditempatkan di pangkalan udara Pangeran Sultan yang berlokasi sekitar 80 kilometer sebelah selatan Riyadh. Sebanyak 2.700 misi militer dikerahkan setiap harinya dengan berpusat di markas militer AS yang ada di wilayah Saudi.

Hubungan antara AS dan Saudi tidak selalu mudah selama 12 tahun kerja sama militer tersebut, khususnya setelah tragedi 11 September 2001 yang didalangi oleh mendiang pemimpin Al-Qaeda kelahiran Saudi, Osama bin Laden.

Ketegangan di kawasan Teluk semakin meningkat setelah pada Jumat (19/7) waktu setempat, Iran mengklaim telah menyita kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz. Sesaat sebelumnya, Presiden Donald Trump bersikeras mengklaim AS telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang mengancam kapal militer AS di perairan yang sama. Iran menyangkal klaim Trump itu.



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 19 Apr 2026 13:05

    Blokade Berlanjut, AS Akan Buru Kapal-Kapal Terkait Iran di Seluruh Dunia

    JAKARTA â€" Amerika Serikat (AS) mengumumkan perluasan blokade Selat Hormuz dengan memerintahkan militernya untuk mengejar kapal-kapal yang terkait dengan Iran di seluruh dunia. Langkah ini diumu

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:02

    Tentara Penjaga Perdamaian Prancis Tewas dalam Serangan di Lebanon Selatan

    JAKARTA â€" Seorang tentara Prancis tewas dan tiga lainnya terluka saat membersihkan jalan di Lebanon Selatan dalam serangan yang menurut pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dan pejabat Prancis ter

  • Minggu, 19 Apr 2026 12:54

    Komdigi Ancam Blokir Wikipedia, DPR: Hati-Hati, Kedepankan Pendekatan Persuasif

    JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mengancam memblokir Wikimedia Foundation selaku pengelola Wikipedia. Namun,

  • Minggu, 19 Apr 2026 12:51

    Terungkap! Bandar Narkoba The Doctor Cuci Uang Ratusan Miliar Pakai Rekening Orang Lain

    JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik pencucian uang yang dilakukan sindikat bandar narkoba “The Doctor” alias “Charlie” alias Andre Fernando dan H

  • Minggu, 19 Apr 2026 12:49

    Kronologi Kasus Dana Jemaat Gereja Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar hingga Terbongkar 2026

    JAKARTA â€" Kasus dugaan fraud yang menimpa anggota Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Rantauprapat, Sumatera Utara, diduga telah berlangsung sejak 2019 dan baru terungkap pada Februari 2026. T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.