Jumat, 12 Jun 2026

Rusia Beberkan Bukti Perdagangan Minyak Turki-ISIS

Kamis, 03 Des 2015 17:00
Russia Today
Peta perdagangan minyak Turki dengan ISIS
MOSKOW – Departemen Pertahanan Rusia membeberkan bukti yang mereka miliki untuk mengungkap perdagangan minyak Turki dengan kelompok militan ISIS. Dalam keterangannya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov kembali menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat bisnis ilegal tersebut.

"Hari ini kami mengumumkan hanya sebagian fakta yang mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok bandit dan elite Turki mencuri minyak dari tetangga-tetangganya yang beroperasi di kawasan mereka," kata Antonov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (3/12/2015).

"Menurut data kami, pimpinan politik negara itu, Presiden Erdogan dan keluarganya, terlibat bisnis kriminal ini," tambah Antonov.

Menurut data yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia dari hasil pengamatan satelit, penyelundupan dari Suriah dan Irak dilakukan melalui tiga jalur. Jalur pertama adalah rute sebelah barat yang diduga digunakan ISIS untuk mengangkut minyak curian mereka dari Provinsi Raqqa, terutama ladang minyak Manbij ke kota pelabuhan Turki, Dortyol.

Truk-truk ISIS dilaporkan menggunakan jalan raya yang menghubungkan kedua lokasi itu pada malam hari untuk mengirimkan minyak-minyak yang sebagian akan dijual ke luar negeri, sedangkan sebagian lagi dijual di dalam negeri Turki.

Jalur kedua berawal di ladang minyak di Dar Ez Zor, Suriah, yang berakhir di kilang minyak di dekat Kota Batman, Turki. Jalur ini dilaporkan ditemukan pada pertengahan November. Sedangkan jalur ketiga digunakan untuk menyelundupkan minyak dari Irak ke pusat logistik Turki di Kota Cizre.

Menanggapi tudingan Rusia ini, Amerika Serikat (AS) memberikan pembelaannya kepada Turki dan menyebut tuduhan itu konyol.

"Kami menolak semua ide mengenai keterlibatan Turki dengan ISIS. Mustahil dan sangat-sangat konyol," kata Juru Bicara Pentagon, Steve Warren.

Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyatakan akan mundur jika Rusia dapat membuktikan tuduhannya masih belum memberikan komentar mengenai bukti baru Rusia ini.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.