Senin, 27 Apr 2026

Rusia Menuduh Koalisi AS Tak Serius Perangi ISIS

Jumat, 11 Des 2015 15:44
TASS
Jet Tempur Prancis.
MOSKOW – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa komitmen pasukan koalisi anti-teroris Amerika Serikat dalam memerangi kelompok militan ISIS di Suriah tidak menjanjikan.

Berdasarkan pantauan Pemerintah Rusia, pasukan koalisi di bawah pimpinan AS sering bergerak sendiri-sendiri. Padahal sebagai pasukan koalisi, seharusnya mereka mampu membuktikan ketertiban dengan bekerja sama di bawah satu komando.

"Sekarang jelas bahwa anggota koalisi dalam beberapa kasus mengatakan aksinya merupakan bagian dari tugasnya di koalisi. Namun dalam kesempatan lain, seringkali mereka bergerak secara independen ketika hal tersebut menguntungkan mereka. Kesannya jadi seperti ada standar ganda yang diterapkan," terang Maria, seperti dikutip dari TASS, Jumat (12/11/2015).

Menurutnya, AS dan sekutu hanya ikut-ikutan menggempur ISIS. Seolah-olah mereka bergerak atas dasar pemberantasan terorisme. Padahal, mereka bergerak mengejar kepentingan politik masing-masing di wilayah kekuasaan kelompok militan asal Irak dan Suriah tersebut.

"Alangkah baiknya jika konsep standar ganda itu bisa dimengerti oleh seluruh dunia. (Namun AS juga perlu mengingat) pentingnya keputusan Prancis, Inggris, dan Jerman untuk berpartisipasi aktif dalam memerangi ISIS setelah diskusi internal yang sulit (di pemerintahan mereka masing-masing)," ujar Maria.

Sebenarnya, Rusia telanjur kecewa dengan sikap AS yang selalu bergerak sendiri dalam penggempuran ke markas-markas besar ISIS di Irak dan Suriah. Maria mengungkap bahwa Rusia juga beberapa kali menawarkan mitra negara baratnya tersebut untuk berbagi informasi tentang ISIS. Sayangnya, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Obama.

"Mereka (AS) bahkan tidak melaporkan apa pun tahun lalu saat pilot mereka menemukan konvoi tangki minyak ISIS yang menjadi sumber finansial militer ISIS. Kemungkinan mereka sudah mengetahui lokasi tersebut tetapi tidak mau membagi informasi tersebut dan tidak melakukan apa pun untuk menghentikan iring-iringan itu," ungkapnya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.