Jumat, 12 Jun 2026

Rusia Menuduh Koalisi AS Tak Serius Perangi ISIS

Jumat, 11 Des 2015 15:44
TASS
Jet Tempur Prancis.
MOSKOW – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa komitmen pasukan koalisi anti-teroris Amerika Serikat dalam memerangi kelompok militan ISIS di Suriah tidak menjanjikan.

Berdasarkan pantauan Pemerintah Rusia, pasukan koalisi di bawah pimpinan AS sering bergerak sendiri-sendiri. Padahal sebagai pasukan koalisi, seharusnya mereka mampu membuktikan ketertiban dengan bekerja sama di bawah satu komando.

"Sekarang jelas bahwa anggota koalisi dalam beberapa kasus mengatakan aksinya merupakan bagian dari tugasnya di koalisi. Namun dalam kesempatan lain, seringkali mereka bergerak secara independen ketika hal tersebut menguntungkan mereka. Kesannya jadi seperti ada standar ganda yang diterapkan," terang Maria, seperti dikutip dari TASS, Jumat (12/11/2015).

Menurutnya, AS dan sekutu hanya ikut-ikutan menggempur ISIS. Seolah-olah mereka bergerak atas dasar pemberantasan terorisme. Padahal, mereka bergerak mengejar kepentingan politik masing-masing di wilayah kekuasaan kelompok militan asal Irak dan Suriah tersebut.

"Alangkah baiknya jika konsep standar ganda itu bisa dimengerti oleh seluruh dunia. (Namun AS juga perlu mengingat) pentingnya keputusan Prancis, Inggris, dan Jerman untuk berpartisipasi aktif dalam memerangi ISIS setelah diskusi internal yang sulit (di pemerintahan mereka masing-masing)," ujar Maria.

Sebenarnya, Rusia telanjur kecewa dengan sikap AS yang selalu bergerak sendiri dalam penggempuran ke markas-markas besar ISIS di Irak dan Suriah. Maria mengungkap bahwa Rusia juga beberapa kali menawarkan mitra negara baratnya tersebut untuk berbagi informasi tentang ISIS. Sayangnya, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Obama.

"Mereka (AS) bahkan tidak melaporkan apa pun tahun lalu saat pilot mereka menemukan konvoi tangki minyak ISIS yang menjadi sumber finansial militer ISIS. Kemungkinan mereka sudah mengetahui lokasi tersebut tetapi tidak mau membagi informasi tersebut dan tidak melakukan apa pun untuk menghentikan iring-iringan itu," ungkapnya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.