Senin, 27 Apr 2026

Rusia Sudah Lama Curigai "Permainan" Turki-ISIS

Jumat, 11 Des 2015 14:22
TASS
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan kepada media massa Italia bahwa Rusia sudah lama mengetahui adanya permainan antara Turki dan kelompok militan ISIS. Namun, menahan-nahan informasi tersebut demi menjaga hubungan dan nama baik pemerintah Turki pimpinan Recep Tayyip Erdogan.

"Presiden Rusia (Vladimir Putin) kemarin (Selasa, 8 Desember 2015) sekali lagi menegaskan bahwa Rusia selalu melihat Turki dan warga negaranya, tidak hanya sebagai mitra dan tetangga, tetapi sebagai sekutu dalam perjuangan antiteroris," kata Lavrov, dikutip dari TASS, Jumat (11/12/2015).

Lavrov menerangkan bahwa wilayah Turki sudah lama dimanfaatkan untuk melakukan transaksi dagang dengan ISIS, terutama dalam hal jual beli senjata dan pengiriman teroris ke Suriah, serta perlindungan bagi para militannya.

"Turki sudah lama memberikan ekstremis dan militan kesempatan untuk memulihkan diri, beristirahat dan bersiap-siap untuk melakukan perlawanan selanjutnya. (Penyebarannya) tak hanya di Suriah, tapi juga di daerah lain, termasuk di teritori kami, Kaukasus Utara," ujarnya.

Setelah menemukan indikasi kerja sama tersebut, Rusia tak lantas menuduh Ankara begitu saja. Menurut Lavrov, pemerintah Rusia kemudian mengupayakan dialog dengan pemerintah Turki untuk menghentikan kegiatan ilegal di wilayahnya tersebut.

"Kami tidak pernah menuduh mereka atau memiliki alasan untuk memercayai bahwa itu (transaksi dengan kelompok teroris) bagian dari kebijakan Turki. Tepatnya, kami enggan memercayai hal tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, masalah tersebut bahkan sudah dicoba selesaikan melalui jalur khusus dengan Pemerintah Turki namun tetap tidak membuahkan hasil.

Kini, Rusia hanya bisa mengawasi pegerakan pasukan Turki dalam memerangi ISIS di Suriah. Dan kecurigaan itu berlanjut dengan terbuktinya Turki, walaupun tergabung dengan pasukan koalisi anti teroris di bawah pimpinan AS, namun terlihat tidak bersungguh-sungguh.

"Sekarang kami mau lihat bagaimana mereka (Turki) menjalankan tugasnya (menggempur ISIS) di Suriah? Dan mengapa mereka mengebom hanya sedikit sekali teroris di sana?" tukas Lavrov.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.