Jumat, 12 Jun 2026

Rusia Sudah Lama Curigai "Permainan" Turki-ISIS

Jumat, 11 Des 2015 14:22
TASS
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan kepada media massa Italia bahwa Rusia sudah lama mengetahui adanya permainan antara Turki dan kelompok militan ISIS. Namun, menahan-nahan informasi tersebut demi menjaga hubungan dan nama baik pemerintah Turki pimpinan Recep Tayyip Erdogan.

"Presiden Rusia (Vladimir Putin) kemarin (Selasa, 8 Desember 2015) sekali lagi menegaskan bahwa Rusia selalu melihat Turki dan warga negaranya, tidak hanya sebagai mitra dan tetangga, tetapi sebagai sekutu dalam perjuangan antiteroris," kata Lavrov, dikutip dari TASS, Jumat (11/12/2015).

Lavrov menerangkan bahwa wilayah Turki sudah lama dimanfaatkan untuk melakukan transaksi dagang dengan ISIS, terutama dalam hal jual beli senjata dan pengiriman teroris ke Suriah, serta perlindungan bagi para militannya.

"Turki sudah lama memberikan ekstremis dan militan kesempatan untuk memulihkan diri, beristirahat dan bersiap-siap untuk melakukan perlawanan selanjutnya. (Penyebarannya) tak hanya di Suriah, tapi juga di daerah lain, termasuk di teritori kami, Kaukasus Utara," ujarnya.

Setelah menemukan indikasi kerja sama tersebut, Rusia tak lantas menuduh Ankara begitu saja. Menurut Lavrov, pemerintah Rusia kemudian mengupayakan dialog dengan pemerintah Turki untuk menghentikan kegiatan ilegal di wilayahnya tersebut.

"Kami tidak pernah menuduh mereka atau memiliki alasan untuk memercayai bahwa itu (transaksi dengan kelompok teroris) bagian dari kebijakan Turki. Tepatnya, kami enggan memercayai hal tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, masalah tersebut bahkan sudah dicoba selesaikan melalui jalur khusus dengan Pemerintah Turki namun tetap tidak membuahkan hasil.

Kini, Rusia hanya bisa mengawasi pegerakan pasukan Turki dalam memerangi ISIS di Suriah. Dan kecurigaan itu berlanjut dengan terbuktinya Turki, walaupun tergabung dengan pasukan koalisi anti teroris di bawah pimpinan AS, namun terlihat tidak bersungguh-sungguh.

"Sekarang kami mau lihat bagaimana mereka (Turki) menjalankan tugasnya (menggempur ISIS) di Suriah? Dan mengapa mereka mengebom hanya sedikit sekali teroris di sana?" tukas Lavrov.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.