Jumat, 12 Jun 2026

Rusia Syaratkan Tiga Hal pada Turki untuk Perbaiki Hubungan

Selasa, 15 Des 2015 08:37
Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjabat tangan dalam pertemuan di Ankara, Turki, 1 Desember 2014.
ANKARA – Hubungan Rusia dan Turki yang tegang pasca penembakan pesawat militer Rusia oleh jet tempur Turki semakin memburuk dengan insiden yang melibatkan kapal perang Rusia dan kapal nelayan Turki di Laut Aegean.

Turki berkeras bahwa kedua belah pihak perlu melakukan dialog yang konstruktif untuk meredakan ketegangan. Namun, sampai saat ini Ankara dirasa belum melakukan langkah-langkah praktis ke arah sana. Demikian disampaikan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov.

Karlov mengatakan bahwa ada tiga syarat yang harus dipenuhi Ankara agar hubungan kedua negara dapat kembali normal.

Yang pertama kali harus dilakukan oleh Turki adalah meminta maaf atas serangan terhadap pesawat pembom Su-24 yang menyebabkan kematian dua orang tentara Rusia, seorang pilot dan seorang prajurit yang terlibat dalam usaha penyelamatan.

Otoritas Turki juga dituntut untuk menemukan dan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang terjadi pada 24 November 2015 itu. Turki juga diminta untuk membayar ganti rugi atas kerusakan yang diderita Rusia dalam kejadian itu.

"Jika harapan kami tidak terpenuhi, keinginan Turki itu tidak akan terjadi," kata Karlov sebagaimana dilansir dari Sputnik, Selasa (15/12/2015).

Menurut Karlov, Pemerintah Turki telah berulangkali menyatakan kesiapannya untuk berdialog, namun pada saat yang sama membuat pernyataan yang kontradiktif dengan keinginan tersebut.

Turki menyatakan pesawat Su-24 Rusia ditembak jatuh setelah memasuki wilayah udaranya selama sekira 17 detik November lalu. Mereka menuntut Rusia sebagai pihak yang melakukan pelanggaran untuk meminta maaf atas insiden tersebut.

Di lain pihak, Rusia meyakini bahwa pesawat mereka tidak pernah memasuki wilayah udara Turki dan insiden itu telah direncanakan oleh Turki sebelumnya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 16:43

    PTPN IV Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Bumi Lancang Kuning

    PEKANBARU-PTPN IV melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mend

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:39

    Latsar CPNS Meranti Dimulai, Ratusan Calon ASN Ditempa Jadi Pelayan Publik Berintegritas

    SELATPANJANG â€" Sebanyak 177 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menjalani tahapan penting dalam perjalanan mereka menuju Aparatur Sipil Negar

  • Kamis, 11 Jun 2026 16:35

    Dapur MBG SPPG Umban Sari 02 Pekanbaru Hentikan Operasional Sementara, Diduga Terkendala Pencairan Dana

    Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umban Sari 02 Pekanbaru yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai Kamis (11/6/2026).Informasi penghentian sementara

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:53

    Kejari Kuansing Ringkus Buronan Korupsi 8 Tahun di Loteng Rumah Istri

    KUANSING â€" Setelah buron selama delapan tahun, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana bantuan sertifikat tanah pola KKPA dari PTPN V kepada Koperasi Petani Siampo

  • Kamis, 11 Jun 2026 15:51

    SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

    PEKANBARU - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang dalam periode tertentu telah mencapai lebih dari 30 persen sebagai pengingat penting bahwa se

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.