- Home
- Internasional
- Serangan Udara AS Hancurkan RS di Afghanistan
Serangan Udara AS Hancurkan RS di Afghanistan
Sabtu, 03 Okt 2015 16:07
Sebanyak 30 pekerja amal dari Medecins Sans Frontieres (MSF) masih hilang setelah serangan yang terjadi di Kota Kunduz, Afghanistan. Seorang juru bicara NATO mengonfirmasi, pasukan AS melakukan serangan udara sekira pukul 02.15 (21.45 waktu Inggris.
"Serangan tersebut mungkin telah menghancurkan sebuah fasilitas medis di sana. Saat ini, insiden tersebut sedang dalam penyelidikan," kata Kolonel Brian Tribus, seperti diberitakan Mirror, Sabtu (3/10/2015).
Pihak MSF membenarkan hilangnya 30 orang pekerja setelah serangan tersebut. "Kami sangat terkejut dengan serangan yang menewaskan staf dan pasien kami," kata Direktur Operasi MSF, Bart Janssens.
Sementara Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, serangan udara AS menargetkan rumah sakit. Serangan tersebut telah menewaskan pasien, dokter dan perawat di rumah sakit tersebut.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,