(Foto : Istimewa)
Aggota Dewan Pendidikan PErsatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provini Riau, H Fithriady Syam dan Anggota PWI Pembinaan Daerah, Jonathan Surbakti bersama Mahasiswa Turki asal Indonesia Ridwan dan Fadia Apra Nanda Foto bersama Minggu (11/6/2023)
ISTAMBUL-DPPR. Kunjungan dan Safari Jurnalistik PWI Riau ke Turki beberapa hari, dimanfaatkan oleh Serumpun Masyarakat Riau (Semari) di Istambul, menyampaikan kondisi mahasiswa Indonesia di negeri itu. Beberapa diantaranya berkisah seputar beasiswa, kampus-kampus favorit, maupun kehidupan mahasiswa Indonesia di Turki.
Rombongan PWI Riau ini dipimpin H Zulmansyah Sekedang, Ketua Dewan Penasihat H Khazaini KS, Bendahara Oberlin Marbun, Wakil Ketua Raja Isyam Azwar, Wakil Ketua PWI Riau yang juga anggota Dewan Pendidikan Provini Riau H Fithriady Syam, Anggota Waratwan Pembinaan Daerah, Jonathan Surbakti dan wartawan dari 16 media di Riau. Sementara itu, tampak hadir mahasiswa asal Indonesia Said Ramadhan, Hanah, Muhammad Jufri, Risma, Ridwan, Muhamad Ghazi dan beberapa mahasiswa lainnya.
H Zulmansyah menyebut pihaknya ingin sekali mendengar seputar aktifitas kuliah di Turki. ‘’Ini akan bisa menjadi pedoman bagi pelajar Indonesia, khususnya Riau di masa akan datang yang ingin kuliah S-1 atau S-2 di Turki. Selain itu, kami juga akan siap mengkomunikasikan dengan pemerintah atau pihak swasta lainnya yang ingin mendukung kegiatan belajar di negeri ini,’’ katanya.
Mendengar itu, beberapa mahasiswa langsung curhat. Antara lain banyaknya pelajar asal Indonesia yang akhir-akhir ini mengalami penipuan dari pihak agency yang selama ini banyak menawarkan kuliah di Turki. ‘’Kami sangat prihatin, banyak yang mengalaminya. Mereka sudah membayar puluhan juta, namun izin tinggal mereka, tempat kost mereka tidak diurus secara baik oleh agency. Ini sudah terjadi bertahun-tahun, sehingga ada yang dirazia aparat dan banyak yang melapor ke kita. Ini jangan terjadi lagi. Kami berterima kasih jika ini bisa diinformasikan secara luas,’’ sebut Said Ramadhan Ketua Mahasiswa Indonsia asal Madura.
Dirinya juga mengatakan beberapa bulan lalu ada sekitar 30 calon mahasiswa yang dipulangkan karena kasus tersebut. ‘’Dalam dua tahun terakhir ini, cukup banyak minat yang ingin kuliah di Turki, tapi kadang terkendala izin tinggal. Ini sangat kita sayangkan,’’ lanjutnya.
Ditanyai seputar aktifitas agency ini, dirinya mengatakan beberapa waktu lalu sudah dilaporkan ke KBRI, namun penipuan ini sudah terjadi saat di Indonesia. ‘’Agancy ini banyak yang datang ke sekolah-sekolah, ke kampung-kampung, menawarkan kuliah, beasiswa dan pengurusan kampus, izin tinggal. Padahal sesampai di Turki, banyak yang tidak sesuai yang dijanjikan,’’ lanjutnya.
Hingga kini, sudah ada sekitar 120 mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang berada di Turki. Salah seorang mahasiswa asal Riau Fadia yang kuliah di Turki di jurusan Hubungan Internasional (HI) mengatakan, sejauh ini kuliah di Turki terdiri dari dua jalur, yaitu jalur beasiswa dan jalur mandiri. ‘’Nah di jalur mandiri ini ada yang dibiayai sendiri dan melalui agency. Kalau saya, berasal jalur beasiswa dari kampus di Turki. Alhamdulillah, semua berjalan lancar,’’ ujar gadis asal Pekanbaru ini.
Ditanyai seputar bantuan beasiswa dari Pemprov Riau, dirinya mengatakan akan segera mengusulkan. ‘’Selama ini 50 persen beasiswa diberikan oleh kampus. Nanti akan coba mengajukan ke Pemprov Riau,’’ lanjutnya.
Ridwan salah seorang mahasiswa asal Riau lainnya mengungkapkan hingga kini pihaknya terus memberikan edukasi bagi pelajar yang ingin menuntut ilmu di Turki. ‘’Biasanya setahun pertama, kita fokus membimbing soal penerapan bahasa, sebab kuliah dan kehidupan di sini, banyak yang menggunakan bahasa Turki. Jadi, kami yang sudah beberapa tahun lebih awal datang yang banyak membantu mereka. Termasuk kadang menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dari ulah agency itu,’’ kata Ridwan yang ikut mendirikan Semari pada 2020 lalu. (jon)
Internasional