- Home
- Internasional
- Suriah Tuduh AS Mengarang Alasan untuk Serang Wilayahnya
Internasional
Suriah Tuduh AS Mengarang Alasan untuk Serang Wilayahnya
Kamis, 12 Apr 2018 15:20
DAMASKUS – Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh Amerika Serikat (AS) menggunakan berita palsu dan kebohongan sebagai alasan untuk melakukan serangan. Sebagaimana diberitakan, muncul kabar bahwa AS dan sekutu-sekutunya akan menyerang Suriah dalam waktu 72 jam ke depan.
"Kami tidak terkejut dengan eskalasi yang tidak dipikirkan oleh rezim AS, yang mana mendukung terorisme di Suriah hingga saat ini," ujar seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Suriah, sebagaimana dimuat kantor berita SANA, mengutip dari Reuters, Kamis (12/4/2018).Rusia, melalui Duta Besar untuk Lebanon Alexander Zasypkin, mengingatkan bahwa militernya memiliki hak untuk menembak jatuh rudal dan menghancurkan semua lokasi peluncuran jika AS menyerang Suriah. Pernyataan itu dilontarkan untuk merespons rencana serangan militer ke Suriah oleh AS.
Sebagaimana diberitakan, sedikitnya 41 orang tewas di Douma pada Sabtu 7 April setelah terjadi serangan kimia yang diduga dilakukan oleh pasukan Suriah. Damaskus menolak tuduhan tersebut dan balik mengatakan bahwa serangan kimia itu adalah karangan kelompok pemberontak yang makin terdesak posisinya di Douma.
Hingga Minggu 8 April, AS mengaku masih menimbang masak-masak dan memilih mengonfirmasi laporan serangan kimia tersebut. Akan tetapi, memasuki Senin 9 April, Presiden Donald Trump mengatakan ada harga mahal yang harus dibayar oleh Presiden Suriah Bashar al Assad atas serangan kimia tersebut.
Presiden AS Donald Trump dan sejumlah sekutunya di Barat saat ini sedang mendiskusikan kemungkinan aksi militer untuk menghukum Presiden Suriah Bashar al Assad. Gedung Putih mengatakan, Presiden Trump membatalkan rencana kunjungannya ke Amerika Latin pada pekan ini agar lebih fokus dalam merespons insiden serangan kimia di Suriah
Badan pengawas lalu lintas udara Eropa, Eurocontrol, mengeluarkan peringatan bagi para maskapai penerbangan agar lebih berhati-hati saat pesawatnya mengudara di sekitar kawasan Laut Tengah. Sebab, ada kemungkinan serangan udara yang dilancarkan ke Suriah dalam waktu 72 jam ke depan.
Eurocontrol mengatakan, rudal dari udara-ke-darat dan atau penjelajah bisa saja digunakan selama rentang waktu tersebut. Selain itu, selama durasi serangan diperkirakan akan menyebabkan gangguan transmisi terhadap peralatan navigasi radio di pesawat.
(okezone.com)
Internasional
Pura-pura Menginap di Rumah Kerabat, Pria di Bungur Ditangkap Usai Diduga Lakukan Pencabulan terhadap IRT
SELATPANJANG â€" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pe
DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Tiga Pansus Bahas Tujuh Ranperda Baru
SELATPANJANG - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Pembentukan regulasi baru ini dirancang untuk m
Sakit, Anggota Polres Rohul Meninggal Dunia di Kontrakannya
Keluarga besar Polres Rokan Hulu berduka atas meninggalnya salah seorang personelnya, Aipda Jhon Meydianto Sinaga, Banit 1 SPKT Polres Rokan Hulu, yang wafat akibat sakit pada Kamis (2/7/2026) sekitar
Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal
TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi