Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Tentara-tentara Israel ini harus bertanggung jawab atas pembunuhan Razan Najjar

Internasional

Tentara-tentara Israel ini harus bertanggung jawab atas pembunuhan Razan Najjar

Rabu, 06 Jun 2018 14:15
Twitter
Razan Ashraf al-Najjar
Orang-orang tahu siapa nama perawat Palestina yang tewas ditembak tentara Israel Jumat lalu itu: Razan Ashraf al Najjar. Tapi siapa nama pembunuhnya?

Koresponden Haaretz asal Israel, Amira Hass, menulis tentang siapa yang patut bertanggung jawab atas kematian Najjar dalam kolomnya kemarin.

Kita mungkin tak akan pernah tahu siapa nama tentara Israel yang membunuh Najjar. Tapi kita bisa tahu siapa yang memberi perintah penembakan. Demikian tulis Hass.

Selalu kontras dengan warga Palestina yang membunuh orang Israel, serdadu Zionis yang menghabisi Najjar dilindungi dari bidikan kamera dan liputan media.

Berbagai pertanyaan bisa diajukan kepada pembunuh Najjar, tidakkah Anda melihat dia memakai pakain petugas medis dengan pita putih ketika melepaskan tembakan? Tidakkah Anda melihat dia memakai kerudung? Apakah aturan membolehkan Anda menembak petugas medis, baik laki-laki maupun perempuan, dan dalam jarak sekitar 100 meter dari pagar pembatas? Apakah Anda menembak kakinya tapi kemudian meleset karena Anda penembak yang payah? Apakah Anda menyesal telah menembaknya? Apakah Najjar korban pertama Anda?

Teka-teki identitas tentara Israel yang menembak mati Najjar akan menjadi rangkaian dari kekebalan Israel dari tuntutan hukum.

Ada banyak foto Najjar beredar di Internet. Dia menjadi salah satu dari tim medis perempuan yang bertugas di lapangan sejak gelombang unjuk rasa 30 Maret lalu.

Setelah menjalani dua tahun masa pelatihan, Najjar bergabung dengan Masyarakat Pertolongan Medis Palestina. Dia juga sudah diwawancara sejumlah media, termasuk the New York Times, tentang betapa beratnya tugas paramedis di lapangan. Dia juga tahu betapa berbahayanya pekerjaan itu. Seorang petugas medis tewas ditembak tentara Israel pada 14 Mei lalu.

Najjar, 21 tahun, berasal dari Desa Khuza'a, sebelah timur Khan Yunis. Sulit menemukan jejak kekejaman Israel di wajahnya yang terlihat cantik ceria. Dalam setiap wawancara dengan media, Najjar selalu memakai kerudung dengan warna berbeda. Gaya berhijabnya pun cukup modis menandakan dia punya waktu untuk melakukannya. Warna kerudungnya menggambarkan kecintaannya pada kehidupan, setelah apa yang dia alami selama hidupnya.

Kita tidak tahu siapa nama tentara pembunuhnya, tapi dari rangkaian komando kita bisa tahu siapa yang memerintahkan penembakan petugas medis berusia 21 tahun itu.

Komandan Selatan pada saat itu adalah Mayor Jenderal Eyal Zamir. Kepala Satuan Pasukan adalah Letnan Jenderal Gadi Eisenkot. Penasihat Militer Brigadir Jenderal Sharon Afek dan Jaksa Penuntut Umum Avivhai Mendelblit, keduanya menyetujui redaksional aturan bagi pasukan Israel dalam menghadapi pendemo Palestina seperti yang disampaikan kepada Pengadilan Tinggi Israel. Mereka juga menampik petisi yang berisi larangan menembak ke arah para pendemo Palestina di sepanjang pagar pembatas.

Meski begitu atas nama militer, pengacara dari Kejaksaan Israel, Avi Milikovsky, menyatakan: penggunaan peluru tajam hanya boleh dilakukan sebagai jalan terakhir, dengan cara yang pantas dan korban seminimal mungkin.

Tapi mengapa seorang perawat yang sedang menolong korban luka harus melayang nyawanya karena ditembus peluru tajam tentara Israel?

Seorang saksi mengatakan kepada the New York Times, ketika korban luka sedang dibawa ke mobil ambulans, rekan Najjar sedang menolong gadis itu yang kesulitan bernapas karena serangan gas air mata, pada saat itulah terdengar tembakan dan Najjar pun jatuh.

(Merdeka.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor