- Home
- Internasional
- Teori Holocaust Netanyahu Banjir Kecaman di Israel
Teori Holocaust Netanyahu Banjir Kecaman di Israel
Jumat, 23 Okt 2015 02:00
Netanyahu "mengoceh" tentang teorinya sendiri, di mana bukan pemimpin Jerman Nazi, Der Führer Adolf Hitler dan para pembantunya di organisasi SS (Schutzstaffel) sebagai penjahat yang bertanggung jawab, terkait pembantaian enam juta bangsa Yahudi pada Perang Dunia II.
Seolah "mengampuni" Der Führer, Netanyahu justru menyalahkan Mufti Besar Palestina, Amin al Husseini sebagai otak "Final Solution", ketika Hitler kebingungan soal ke mana dia mesti menyingkirkan bangsa Yahudi di Eropa.
Kecaman pun bermunculan bak jamur di musim hujan. Sejarawan senior di Pusat Memorial dan Penelitian Holocaust Yad Vashem, Dina Porat, menilai mustahil Mufti Al Husseini memberi gagasan soal pembantaian bangsa Yahudi.
"Meski dia (mufti) punya posisi sebagai seorang ekstrem anti-Yahudi, bukanlah mufti yang memberi kepada Hitler untuk memusnahkan Yahudi. Gagasannya muncul jauh ketika pertemuan mereka (Nazi) pada November 1941," cetus Porat, seperti disitat MiddleEastOnline, Jumat (23/10/2015).
"Dalam sebuah pidato di Reichstag pada 40 Januari 1939, Hitler membangkitkan (seruan) pemusnahan ras Yahudi. Anda tak bisa bilang bahwa mufti yang menyarankan Hitler membunuh atau membakar Yahudi. Itu tidak benar. Pertemuan mereka terjadi setelah beberapa kejadian yang merujuk pada hal ini (Holocaust)," tambahnya.
Kecaman lain datang dari pemimpin oposisi dari Koalisi Zionist Union, Isaac Herzog. Ketua Partai Buruh itu bahkan menyindir sang PM, di mana seharusnya Netanyahu belajar dari mendiang ayahnya, Benzion Netanyahu, sejarawan Yahudi.
"Bahkan putra seorang dari sejarawan seharusnya lebih tepat ketika dia membicarakan sejarah," sindir Herzog.
"Ini (pernyataan Netanyahu) distorsi sejarah yang berbahaya dan saya menuntut Netanyahu mengoreksinya sesegera mungkin. Karena dia telah meminimalisir peran Nazisme dan Hitler terhadap bencana buruk terhadap bangsa kami," lanjutnya.
Senada dengan Herzog, petinggi Koalisi Zionist Union lainnya, Itzik Shmuli mengatakan, pernyataan Teori Holocaust Netanyahu sebagai pernyataan yang memalukan.
"Pernyataan itu sungguh memalukan. Seorang perdana menteri dari negara Yahudi, jadi pembantah Holocaust. Ini kejadian pertama dalam sejarah. Memang hal itu bukan kali pertama dia memutarbalikkan fakta sejarah. Tapi kebohongan sebesar ini merupakan yang pertama kali darinya," timpal Shmuli.
Pun begitu, masih ada yang membela Netanyahu yang tentunya datang dari salah satu pembantunya, yakni Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon.
"Saya tak tahu secara pasti yang dikatakan perdana menteri. Sejarah sudah sangat, sangat jelas. Hitler menginisiasi (Holocaust), Al Husseini bergabung dengannya dan sayangnya, pergerakan jihad mempromosikan anti-semit hingga saat ini. Termasuk hasutan di otoritas Palestina yang berdasarkan warisan Nazi," tutup Ya'alon.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama
KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil
Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos
JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni
Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok
PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr