- Home
- Internasional
- Tolak Komunisme, Patung Pemimpin Soviet Digantikan Pemimpin Sith
Tolak Komunisme, Patung Pemimpin Soviet Digantikan Pemimpin Sith
Sabtu, 24 Okt 2015 15:01
Adalah Aleksander Milov, seorang artis Ukraina yang menampilkan pemimpin Sith dalam epik Star Wars itu untuk menggantikan tempat pimpinan Uni Soviet di Odessa. Milov memasang helm Darth Vader dan mengganti mantel Lenin dengan jubah yang biasa dikenakan Vader.
Laporan yang dilansir The Guardian, Sabtu (24/10/2015) menyebutkan monumen Darth Vader itu dibuat dengan memperkuat patung Lenin yang terbuat dari bahan plester dengan sebuah bahan yang terbuat campuran titanium dan lem khusus yang biasa digunakan untuk pekerjaan di luar angkasa. Milov juga meletakkan pemancar Wifi di dalam helm sang penguasa 'Dark Side'.
Lokasi monumen ini diharapkan dapat menjadi tujuan wisata bagi turis-turis. Area rekreasi akan dibangun secara bertahap di sekitar lokasi tersebut.
Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri
SURABAYA â€" Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k
Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya
JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka
Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya
BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta
Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter
BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer
Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS
JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah