- Home
- Internasional
- Trump: AS Biang Keladi Kekacauan di Timur Tengah
Trump: AS Biang Keladi Kekacauan di Timur Tengah
Senin, 05 Okt 2015 09:42
"Anda bisa berargumen, jika kita melihat ke Libya. Lihat apa yang kita (AS) telah lakukan di sana, kekacauan. Jika Anda lihat Saddam Hussein dan Irak, lihat apa yang kita lakukan di sana, kekacauan. Di Suriah akan terjadi hal yang sama," kata Trump dalam wawancara dengan kantor berita NBC, sebagaimana dilansir Sputnik, Senin (5/10/2015).
Saat ini, baik Irak, Libya dan Suriah tengah dilanda kekacauan yang menurut Trump bermula dari keterlibatan AS untuk menggulingkan pemimpin yang berkuasa di negara-negara tersebut.
Setelah digulingkannya rezim Saddam Hussein oleh AS pada 2003, Irak terus menerus dilanda konflik. Kelompok militan ISIS yang merupakan salah satu penyebab utama konflik di Negeri Seribu Satu Malam itu muncul dari kekacauan pasca-jatuhnya Saddam Hussein.
Keadaan yang sama juga terjadi di Libya. Negara Afrika Utara itu terus-menerus dilanda kekacauan yang terjadi akibat konflik antarkelompok militan pasca jatuhnya diktator Muammar Gaddafi pada 2011. Kekacauan itu menyebabkan warga Libya berbondong-bondong melarikan diri dari negaranya menuju Eropa sehingga menyebabkan krisis imigran yang parah di Benua Biru.
Sedangkan di Suriah, AS saat ini memberikan dukungannya kepada kelompok oposisi untuk menggulingkan Presiden Bashar Al Assad.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menuduh AS sebagai penyebab terjadinya situasi di Timur Tengah. Putin juga mengetengahkan argumen serupa dengan Trump dan mendesak Negeri Paman Sam untuk tidak menggunakan kekerasan di Suriah dan mengajak mereka kembali ke meja perundingan.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,