Sabtu, 18 Apr 2026

Internasional,

Trump Pecat 1.300 Pegawai Kemenlu AS, Program HAM Dihapus

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 12 Jul 2025 08:26
cakaplah.com
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah pemerintahannya memutuskan memecat lebih dari 1.300 pegawai Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (11/7/2025). Langkah ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang dicanangkan presiden dalam upaya memangkas birokrasi pemerintah federal.

Sebanyak 1.107 pegawai sipil dan 246 pejabat dinas luar negeri yang bertugas di dalam negeri akan menerima surat pemutusan hubungan kerja. Para pejabat luar negeri akan langsung diberi cuti administratif selama 120 hari sebelum resmi diberhentikan, sementara pegawai sipil memiliki masa transisi selama 60 hari.

Langkah tersebut menuai kritik luas karena dianggap melemahkan peran diplomasi AS secara global. Dalam pemberitahuan internal yang diperoleh Associated Press, Jumat (11/7/2025), disebutkan bahwa pemangkasan dilakukan pada "fungsi-fungsi non-inti, kantor yang tumpang tindih, dan bagian yang bisa disatukan untuk efisiensi".

Kebijakan ini menjadi bagian dari program Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk merampingkan struktur pemerintahan, termasuk pembubaran lembaga-lembaga seperti USAID dan Departemen Pendidikan. USAID, yang selama lebih dari 60 tahun menjadi badan utama AS dalam urusan bantuan luar negeri, kini dilebur ke dalam Departemen Luar Negeri.

“Ini adalah langkah efisiensi. Kalau satu biro ditutup, ya otomatis posisi di sana tidak lagi dibutuhkan,” ujar Rubio dalam konferensi pers di sela forum ASEAN di Malaysia.

Namun, keputusan ini ditentang keras oleh para diplomat senior. American Academy of Diplomacy menyebut pemutusan kerja massal sebagai langkah yang “secara serius merusak kemampuan AS dalam memahami dan merespons dinamika global”.

“Menghancurkan kapasitas institusional Departemen Luar Negeri di tengah tantangan global adalah tindakan yang bertentangan dengan kepentingan nasional,” tegas pernyataan resmi lembaga tersebut.

Ketua serikat diplomat, American Foreign Service Association, Tom Yazdgerdi, juga mengingatkan agar PHK massal dijadikan pilihan terakhir. Ia menilai gangguan struktural di tubuh dinas luar negeri akan berdampak buruk terhadap keamanan dan pengaruh internasional AS.

Surat resmi yang dikirim Kementerian Luar Negeri kepada Kongres AS menyebutkan bahwa lebih dari 300 biro dan kantor akan terdampak. Termasuk di dalamnya adalah penghapusan berbagai program bantuan untuk pengungsi, imigrasi, hak asasi manusia (HAM), dan demokrasi, program-program yang selama ini menjadi ciri khas kebijakan luar negeri AS.

Keputusan Donald Trump ini dinilai sebagai pergeseran tajam dalam arah kebijakan luar negeri AS, dari pendekatan diplomatik dan humanis ke arah yang lebih berfokus pada efisiensi struktural dan penghematan anggaran.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • Rabu, 15 Apr 2026 08:39

    Rumah Kontrakan Digrebek Polsek Rengat Barat, Dua Tersangka Diringkus, Ekstasi Dan Sabu Jadi BB

    INHU-Pengungkapan kasus peredaran narkotika kembali dilakukan jajaran Polsek Rengat Barat di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tuk Modang, Kelurahan Pematan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.