- Home
- Internasional
- Trump Rencanakan Penarikan 5.000 Pasukan AS dari Afghanistan
Internasional
Trump Rencanakan Penarikan 5.000 Pasukan AS dari Afghanistan
Jumat, 21 Des 2018 11:55
WASHINGTON - Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, Presiden Donald Trump berencana menarik 5.000 dari 14.000 tentara AS yang berada di Afghanistan. Rencana ini dilihat sebagai tanda bahwa kesabaran Trump terhadap kebijakan intervensi militer dan perang terpanjang yang pernah dijalani AS semakin menipis.
Pada Rabu, Trump menolak saran dari para penasihat militernya dan memutuskan untuk menarik semua pasukan AS dari Suriah. Keputusan itu mendorong Menteri Pertahanan James Mattis untuk mengundurkan diri dari kabinet, dengan alasan perbedaan kebijakan yang besar antara dirinya dengan Trump.
Seorang pejabat, yang berbicara secara anonim, mengatakan bahwa keputusan telah dibuat dan perintah lisan telah diberikan untuk mulai merencanakan penarikan tersebut. Pejabat itu mengatakan jadwal waktu sedang dibahas, tetapi penarikan bisa terjadi dalam beberapa pekan atau beberapa bulan. Demikian diwartakan Reuters, Jumat (21/2/2018).
Sebelumnya, Trump telah merencanakan penarikan 2.000 pasukan AS dari Afghanistan dan tidak diketahui bagaimana AS dengan jumlah pasukan kurang dari 9.000 personel dapat menjalankan misi-misinya yang tengah berjalan, termasuk memberi saran kepada pasukan Afghanistan dan melakukan serangan udara terhadap Taliban.
AS diyakini harus mengurangi dan menyudahi beberapa misinya yang dikhawatirkan memberi kesempatan kepada Taliban dan kelompok pemberontak di Afghanistan untuk melakukan serangan.
Keputusan Trump untuk menarik pasukan dari Afghanistan tidak disetujui oleh Mattis yang berpendapat untuk mempertahankan kehadiran militer AS yang kuat di Afghanistan untuk mendukung upaya perdamaian diplomatik. Dia mengundurkan diri tak lama setelah pejabat AS mengangkat kemungkinan bahwa Trump akan memerintahkan penarikan.
Keputusan penarikan pasukan AS dari Suriah juga membuat bingung
sekutu-sekutu AS dan memicu reaksi keras dari rekan-rekan Trump dari
Partai Republik di Kongres. Sejauh ini Pentagon masih belum memberikan
komentarnya.
(okezone.com)
Internasional
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit