- Home
- Internasional
- Turki Tidak Tahan Melihat Kelakuan Rusia
Turki Tidak Tahan Melihat Kelakuan Rusia
Rabu, 07 Okt 2015 14:41
"NATO sudah mengeluarkan ultimatum," kata Erdogan dalam jumpa pers di Brussels, Belgia, seperti diberitakan The Guardian, Rabu (7/10/2015).
"Kami sudah tidak tahan. Sejumlah langkah yang tidak kami inginkan sudah dilakukan. Tapi kami merasa tidak cocok menerima mereka. Ini juga sudah menjadi prinsip dari NATO," tambahnya.
Sejak pesawat tempur Rusia melanggar batas wilayah Turki, sejumlah pihak pun mengecam tindakan tersebut. Salah satunya, NATO yang terlibat perang kata-kata dengan Rusia.
Muncul rumor serangan udara yang dilakukan Rusia dilakukan untuk memberikan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar Al Assad. Serangan udara yang dilakukan Rusia justru mengenai warga sipil, meski akhirnya dibantah.
Kemarin, Perdana Menteri (PM) Turki Ahmet Davutoglu pun mengancam akan menembak jatuh pesawat tempur Rusia jika kembali melanggar perbatasan.
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,