Rabu, 10 Jun 2026

Video Kematian Warga Palestina Marak di Media Sosial

Selasa, 13 Okt 2015 14:28
AP
Dua Pelayat menangisi kepergian balita berusia dua tahun, Rahaf Hassan, dan Ibunya, Noor Hassan, yang sedang hamil. Keduanya tewas akibat serangan udara Israel, Minggu, 11 Oktober
DIKEPUNG polisi Israel, Israa Abed memegang pisau di satu tangan dan ponsel di tangan lainnya sebelum terdengar suara tembakan dan perempuan itu lalu terjatuh.

Itu bukan adegan film, tetapi insiden nyata yang terekam oleh ponsel canggih orang-orang yang kebetulan lewat dan telah ditonton ribuan kali sejak diunggah ke Internet Jumat , 9 Oktober lalu.

Empat orang Israel dan 25 orang Palestina dilaporkan telah tewas dua minggu ini dalam gelombang kekerasan terbaru di kawasan itu, sebagian dipicu sengketa kepemilikan sebuah lokasi suci di Yerusalem.

Media sosial kini ikut berperan dalam konflik di sana. Video berisi panggilan untuk menyerang orang Israel kini populer di jejaring sosial Palestina, seringkali dibumbui animasi, lagu menarik dan hashtag Twitter "Jerusalem Intifada" (Intifada Yerusalem) atau "Intifada of the Knives" (Intifada (dengan) Pisau). Video tentang aksi kekerasan juga dengan segera terunggah dan tersebar.

Situasi ini pada akhirnya bisa semakin mengobarkan kebencian.

"Kita berada di era yang berbeda, di mana sangat banyak orang terhasut oleh publikasi di ponsel mereka dan lalu memutuskan untuk menikam orang lain atau melakukan serangan bunuh diri dengan balon gas," kata Menteri Keamanan Israel Gilad Erdan.

Dalam insiden Abed tadi, polisi Israel mengatakan perempuan Palestina tersebut dirawat di rumah sakit setelah ditembak kakinya empat kali karena berusaha menusuk seorang penjaga keamanan dan menolak untuk melepaskan senjatanya. Banyak warga Israel berpendapat tindakan polisi yang terekam dalam video itu sudah pantas dan layak.

Sejumlah warga Palestina mengedarkan kabar Abed sudah meninggal, bukan dirawat di rumah sakit.

Menurut laporan situs berita Al Wattan Voice, perempuan berusia 30 tahun itu menelpon ayahnya sebelum tertembak dan mengatakan "Ayah, aku tidak ingin meninggal" sehingga Abed mungkin sebenarnya sudah menyerah sebelum ditembak polisi. Laporan berita itu sudah disebar 3.500 kali lewat Facebook.

Satu video populer lain telah digunakan kelompok hak minoritas adalah sebagai alasan untuk melakukan penyelidikan oleh Kementerian Kehakiman. Video itu menampikan polisi menembak mati seorang warga Palestina, tersangka pelaku penikaman tanggal 4 Oktober lalu di Yerusalem.

Kelompok Adalah berargumen warga Palestina itu tidak membahayakan siapapun dan polisi tampaknya terprovokasi oleh pejalan kaki yang tampak sedang mengejar laki-laki itu.

Kehebohan serupa muncul setelah seorang perempuan Palestina dituduh Israel berusaha meledakkan bom mobil ketika diminta minggir oleh polisi Israel di Tepi Barat hari Minggu.

Pengintaian Dunia Maya

Lama bergantung pada aparatnya yang canggih menguping dan mata-matanya di kalangan warga Palestina, Israel kini kesulitan merespons aksi kekerasan terbaru yang sebagian besar dilakukan secara perorangan.

Para aktivis Palestina dan kelompok militan Hamas mengeluh Facebook dan YouTube menutup laman mereka akibat permintaan pemerintah Israel.

Sumber-sumber keamanan Israel mengatakan juga sedang berusaha memperluas cakupan pencarian kata kunci dan berbagai teknologi pengintaian lain. Ini, kata mereka, penting untuk bisa menemukan rencana serangan bunuh diri oleh warga Palestina yang terpasang di media sosial sebelum terlambat.

Upaya pengintaian ini, secara tidak sengaja, justru dibantu oleh orang Palestina sendiri yang sering mengambil foto "selfie" ketika melakukan demonstrasi atau melempar batu dan memasang gambarnya online.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.