Kamis, 04 Jun 2026

Internasional,

Zona Merah! Dunia Larang Warganya ke Perbatasan Thailand-Kamboja

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 26 Jul 2025 14:37
Berita satu.com
Konflik bersenjata di perbatasan Thailand-Kamboja memicu respons internasional. Sejumlah negara kini resmi mengeluarkan larangan perjalanan ke kawasan tersebut demi melindungi warganya dari risiko konflik yang kian meningkat.

Pemerintah Jepang menaikkan status peringatan perjalanan ke Level 3, level tertinggi kedua dalam sistem empat tingkat, untuk wilayah perbatasan Thailand-Kamboja. Artinya, warga Jepang diminta menghindari semua jenis perjalanan ke area tersebut. 

“Imbauan ini dirilis Jumat, 25 Juli 2025  waktu setempat setelah pecah bentrokan bersenjata yang telah menewaskan lebih dari selusin orang, termasuk warga sipil,” tulis Japan Times, Sabtu (26/7/2025).

Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya disebut telah menyampaikan keprihatinan mendalam kepada Menlu Kamboja Prak Sokhonn.

Sementara itu, India juga bergerak cepat. Kedutaan Besar India di Kamboja mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke perbatasan Thailand-Kamboja. Imbauan ini diumumkan Sabtu ini, disertai informasi kontak darurat bagi warga negara Indonesia yang telah berada di lokasi.

Korea Selatan pun menaikkan level kewaspadaan. Melalui laporan Korean Broadcasting System (KBS), Kementerian Luar Negeri Korsel memberlakukan larangan ke provinsi Surin, Buriram, Sisaket, dan Ubon Ratchathani di Thailand, serta Oddar Meanchey dan Preah Vihear di Kamboja. Peringatan berlaku selama 90 hari dan dapat diperpanjang.

Tidak hanya itu, Amerika Serikat turut memperbarui peringatan perjalanannya. Dalam imbauan terbaru, warga AS dilarang memasuki radius 50 kilometer dari garis perbatasan Thailand-Kamboja karena risiko konflik bersenjata. AS bahkan menyatakan kesulitan memberi bantuan darurat di zona ini, mengingat keterbatasan akses diplomatik.

“Jika Anda tetap bepergian ke Thailand diwajibkan mendaftar di Program STEP (Smart Traveler Enrollment Program) dan mempersiapkan rencana evakuasi mandiri,” tulis keterangan resmi kementerian luar negeri Amerika Serikat. 

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyatakan pemerintah belum berencana mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Thailand dan Kamboja meski kedua negara sedang berperang.  Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan seluruh WNI di Thailand dan Kamboja masih dalam kondisi aman, belum begitu terdampak konflik bersenjata yang memanas di wilayah perbatasan kedua negara. 

Pemerintah terus memantau situasi dan menjalin koordinasi untuk menjamin keselamatan WNI. "Sampai saat ini belum ada rencana evakuasi karena lokasi pertempuran tidak berada di dekat permukiman, dan seluruh WNI dalam keadaan aman," kata Lodewijk.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 03 Jun 2026 16:41

    Pemerintah Ubah Aturan PPh Final UMKM, PT dan CV Tak Lagi Dapat Fasilitas

    Jakarta - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Salah sat

  • Rabu, 03 Jun 2026 16:03

    Sumbang Triliunan Rupiah Sejak 1945, Afni Sebut Siak Tercekik Aturan Keuangan Baru

    PEKANBARU-Kisah ironi menyelimuti Kabupaten Siak. Setelah menyerahkan seluruh kekayaan kerajaannya untuk bergabung dengan Republik Indonesia tahun 1945, lumbung energi nasional ini justru kembali diha

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:42

    Sukseskan Ketahanan Pangan, Polsek Rengat Barat Inhu Gelar Monitoring Berkelanjutan

    RENGAT-Dukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Rengat Barat Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggelar monitoring

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:29

    Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok Gara-Gara Tegur Pengendara Serobot Antrean Solar di SPBU

    Niat hati menegur pengendara yang menyerobot antrean pengisian bahan bakar mininya di SPBU, seorang sopir truk, YF (33), tewas di keroyok. Polisi masih mengejar tujuh pelaku yang terlibat.Korban awaln

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:09

    Bisnis Emas Batangan Moncer, Pendapatan Hartadinata Abadi Melejit Tembus Rp20 Triliun

    PT Hartadinata Abadi Tbk. mencatatkan lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih signifikan. Hartadinata membukukan pendapatan sebesar Rp20 triliun pada kuartal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.