Jumat, 19 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Camat dan Lurah di Pekanbaru Diminta Awasi Anak Tengkes, Pemerintah Siapkan Intervensi Gizi

Kesehatan

Camat dan Lurah di Pekanbaru Diminta Awasi Anak Tengkes, Pemerintah Siapkan Intervensi Gizi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 10 Mar 2026 13:13
(FotoMediaCenterRiau)
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus melanjutkan langkah penanganan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat intervensi gizi bagi anak-anak yang terindikasi mengalami stunting atau tengkes.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, meminta para camat dan lurah agar memberikan perhatian khusus terhadap kondisi anak tengkes di wilayah masing-masing. Peran pemerintah kecamatan dan kelurahan dinilai penting untuk memastikan anak-anak tersebut mendapatkan penanganan yang tepat.

“Intervensi gizi ini kita teruskan. Jadi kita minta pak camat dan pak lurah memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak stunting ini,” ujar Markarius Anwar, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, penanganan tengkes tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar program intervensi gizi dapat berjalan berkelanjutan hingga kondisi anak membaik.

Pemko Pekanbaru juga mendorong camat dan lurah untuk menggandeng pelaku usaha di wilayah masing-masing agar menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pemenuhan nutrisi anak stunting.

“Seperti beberapa waktu lalu ada dari pihak Angkasa Pura dan BRI yang memberikan bantuan untuk penanganan stunting. Nanti bisa kita arahkan ke program bapak asuh, sehingga anak stunting ini bisa mendapatkan intervensi gizi secara rutin sampai selesai,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menekan angka stunting hingga mencapai kondisi zero stunting di Kota Bertuah.
Sepanjang 2025 lalu, Pemko Pekanbaru tercatat berhasil menangani lebih dari 3.000 kasus stunting melalui berbagai program intervensi gizi yang terintegrasi.

“Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting. Ini adalah misi kemanusiaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh,” kata Agung.

Ia menambahkan, upaya penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas pemerintah kota meskipun kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tekanan. Pemko Pekanbaru mencatat adanya pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat ke kas daerah sekitar Rp400 miliar pada tahun ini.

"Karena itu, pemerintah kota mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, agar program percepatan penurunan stunting tetap berjalan optimal. 

Sumber: (MediaCenterRiau)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.