Kamis, 28 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

Kesehatan,

PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 28 Mei 2026 17:08
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melalui pertemuan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Sumbar.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua PDPI Sumbar Dr. dr. Masrul Basyar, Sp.P(K) bersama jajaran pengurus PDPI Sumbar, yakni dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K), dr. Irvan Medison, Sp.P(K), dan dr. Fenty Anggrainy, Sp.P(K). Sementara dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat hadir Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH, bersama Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Riena Sovianty, M.Kes, serta jajaran pejabat dan staf terkait.

Dalam pertemuan tersebut, PDPI Sumbar menyatakan kesiapan mendukung program eliminasi TB melalui penyediaan 1.000 pemeriksaan TB untuk penjaringan kasus di masyarakat. PDPI juga memperkenalkan Cy-Tb Skin Test (CTST) sebagai metode skrining yang lebih spesifik dalam mendeteksi infeksi TB, termasuk TB laten, serta mengharapkan dukungan Dinas Kesehatan dalam penjaringan sasaran pemeriksaan. Ketua PDPI Sumbar, Dr. dr. Masrul Basyar, Sp.P(K), menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TB membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi profesi agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini dan lebih luas.
Mungkin gambar pencahayaan, tabel dan mimbar


dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K) menyampaikan kesiapan PDPI untuk terlibat dalam program Nagari Siaga TB, mulai dari edukasi masyarakat hingga dukungan pembacaan hasil pemeriksaan. Ia juga berharap peluncuran Nagari Siaga TB dapat dilaksanakan bertepatan dengan Konferensi Kerja (Konker) PDPI Sumbar pada September 2026 sehingga menjadi momentum bersama dalam menggerakkan upaya eliminasi TB hingga ke tingkat nagari. Sementara itu, dr. Irvan Medison, Sp.P(K) menjelaskan bahwa program tersebut juga akan melibatkan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Paru untuk memperkuat edukasi, skrining, dan pendampingan masyarakat dalam pelaksanaan program pengendalian TB.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH, menyambut baik komitmen PDPI Sumbar dalam mendukung percepatan eliminasi TB. Menurutnya, tantangan penanggulangan TB masih cukup besar, terutama terkait TB laten, suspek TB, serta kaitannya dengan masalah stunting dan kondisi lingkungan masyarakat. Karena itu, penanganan TB harus dilakukan secara komprehensif melalui pengobatan, perbaikan sanitasi, ventilasi rumah, dan peningkatan kualitas lingkungan.

Dr. Aklima menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Sumbar siap mendukung penyediaan 1.000 alat skin test, pemanfaatan rontgen portable, serta berbagai program pendukung lainnya. Selain itu, saat ini terdapat 188 rumah yang diusulkan untuk program bedah rumah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Terkait program Nagari Siaga TB, Dinas Kesehatan Sumbar juga akan mengupayakan agar pelaksanaannya dapat diselaraskan dengan agenda Konferensi Kerja PDPI Sumbar serta mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain membahas program skrining dan Nagari Siaga TB, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pengaktifan kembali KOPI TB (Kelompok Peduli Tuberkulosis) di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penemuan kasus, edukasi masyarakat, pendampingan pasien, serta percepatan pencapaian target eliminasi TB tahun 2030. PDPI Sumbar juga menyampaikan harapannya agar kebutuhan tenaga dokter spesialis paru di Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat menjadi perhatian bersama melalui pengiriman dan pembinaan dokter umum asal Mentawai yang siap melanjutkan pendidikan spesialis paru sebagai solusi jangka panjang untuk pemerataan layanan kesehatan paru di daerah kepulauan.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara pemerintah dan organisasi profesi. Melalui kolaborasi yang erat, seluruh pihak optimistis target Eliminasi Tuberkulosis 2030 di Sumatera Barat dapat tercapai, sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. (dr Wndr)
kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 18:01

    Penguatan Transmisi Jadi Sorotan dalam Perbaikan Sistem Kelistrikan Sumatera

    JAKARTA - Blackout di Sumatera harus menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:57

    Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan KUR Rp65,9 Triliun Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan

    JAKARTA - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya ini d

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:55

    Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026

    JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah rakyat tahap II agar seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di Juli.Hingga 25 Mei 202

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:50

    Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik Bermasalah hingga Maret 2026

    JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penurunan (take down) 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui patroli siber pada 21 platform

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:43

    Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul

    JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah di Gereja Misa Sejahtera, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemenag juga menegaskan dukungannya terhadap langkah a

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.