PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melalui pertemuan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Sumbar.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua PDPI Sumbar Dr. dr. Masrul Basyar, Sp.P(K) bersama jajaran pengurus PDPI Sumbar, yakni dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K), dr. Irvan Medison, Sp.P(K), dan dr. Fenty Anggrainy, Sp.P(K). Sementara dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat hadir Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH, bersama Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Riena Sovianty, M.Kes, serta jajaran pejabat dan staf terkait.
Dalam pertemuan tersebut, PDPI Sumbar menyatakan kesiapan mendukung program eliminasi TB melalui penyediaan 1.000 pemeriksaan TB untuk penjaringan kasus di masyarakat. PDPI juga memperkenalkan Cy-Tb Skin Test (CTST) sebagai metode skrining yang lebih spesifik dalam mendeteksi infeksi TB, termasuk TB laten, serta mengharapkan dukungan Dinas Kesehatan dalam penjaringan sasaran pemeriksaan. Ketua PDPI Sumbar, Dr. dr. Masrul Basyar, Sp.P(K), menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TB membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi profesi agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini dan lebih luas.

dr. Oea Khairsyaf, Sp.P(K) menyampaikan kesiapan PDPI untuk terlibat dalam program Nagari Siaga TB, mulai dari edukasi masyarakat hingga dukungan pembacaan hasil pemeriksaan. Ia juga berharap peluncuran Nagari Siaga TB dapat dilaksanakan bertepatan dengan Konferensi Kerja (Konker) PDPI Sumbar pada September 2026 sehingga menjadi momentum bersama dalam menggerakkan upaya eliminasi TB hingga ke tingkat nagari. Sementara itu, dr. Irvan Medison, Sp.P(K) menjelaskan bahwa program tersebut juga akan melibatkan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Paru untuk memperkuat edukasi, skrining, dan pendampingan masyarakat dalam pelaksanaan program pengendalian TB.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima, MPH, menyambut baik komitmen PDPI Sumbar dalam mendukung percepatan eliminasi TB. Menurutnya, tantangan penanggulangan TB masih cukup besar, terutama terkait TB laten, suspek TB, serta kaitannya dengan masalah stunting dan kondisi lingkungan masyarakat. Karena itu, penanganan TB harus dilakukan secara komprehensif melalui pengobatan, perbaikan sanitasi, ventilasi rumah, dan peningkatan kualitas lingkungan.
Dr. Aklima menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Sumbar siap mendukung penyediaan 1.000 alat skin test, pemanfaatan rontgen portable, serta berbagai program pendukung lainnya. Selain itu, saat ini terdapat 188 rumah yang diusulkan untuk program bedah rumah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Terkait program Nagari Siaga TB, Dinas Kesehatan Sumbar juga akan mengupayakan agar pelaksanaannya dapat diselaraskan dengan agenda Konferensi Kerja PDPI Sumbar serta mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain membahas program skrining dan Nagari Siaga TB, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pengaktifan kembali KOPI TB (Kelompok Peduli Tuberkulosis) di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penemuan kasus, edukasi masyarakat, pendampingan pasien, serta percepatan pencapaian target eliminasi TB tahun 2030. PDPI Sumbar juga menyampaikan harapannya agar kebutuhan tenaga dokter spesialis paru di Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat menjadi perhatian bersama melalui pengiriman dan pembinaan dokter umum asal Mentawai yang siap melanjutkan pendidikan spesialis paru sebagai solusi jangka panjang untuk pemerataan layanan kesehatan paru di daerah kepulauan.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara pemerintah dan organisasi profesi. Melalui kolaborasi yang erat, seluruh pihak optimistis target Eliminasi Tuberkulosis 2030 di Sumatera Barat dapat tercapai, sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. (dr Wndr)
kesehatan