Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Kasus Baru Covid-19 Riau Melandai, Gubri Syamsuar Ingatkan Masyarakat Jangan Lalai

Kasus Baru Covid-19 Riau Melandai, Gubri Syamsuar Ingatkan Masyarakat Jangan Lalai

Admin
Selasa, 03 Nov 2020 09:12
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Penambahan kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau sejak tiga hari ini terus melandai.

Senin (2/11/2020) penambahan kasus Covid-19 di Riau turun sangat drastis sekali, yakni 11 kasus.

Dengan penambahan 11 kasus baru tersebut, maka total kasus positif Covid-19 di Riau secara kumulatif di Riau saat ini total sebanyak 14.841 kasus.


Tidak hanya penambahan kasusnya yang terus melandai, disisi lain kabar baiknya, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga terus meningkat.

Hari ini ada penambahan 157 pasien Covid-19 yang sembuh. Sehingga total pasien sembuh di Riau total sudah mencapai 11.490 orang.

Meski demikian, kabar dukanya, hari ini kembali terdapat penambahan dua pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19. Sehingga total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Riau hingga saat ini sebanyak 340 orang.

Gubernur Riau Syamsuar meminta kepada semua lapisan masyarakat agar tidak lalai ditengah melandainya kasus Covid-19 yang terjadi sejak tiga hari ini. Sebab jika masyarakat abai dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan, maka bukan tidak mungkin jika kasus Covid-19 di Riau kembali meningkat.

Selain itu, Gubri Syamsuar juga menekankan kepada Pemkab/kota agar memperketat pemantauan untuk isolasi mandiri setiap orang di wilayahnya pascalibur panjang cuti bersama akhir Oktober 2020.

Hal ini diperlukan sebagai langkah antisipasi melonjaknya kasus konfirmasi Corona (Covid-19) Riau.

“Kami meminta kepada Pemkab/kota kalau ada orang yang baru datang sebaiknya perketat isolasi mandiri di rumah,” katanya, Senin (2/11/2020).


Syamsuar menegaskan, pemerintah di kabupaten/kota juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang yang baru datang dari wilayah zona merah.

Untuk sementara, kata Syamsuar, sebaiknya ditekankan agar mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dia menambahkan, untuk antisipasi tingkat provinsi sendiri, Pemprov Riau sudah sudah meningkatkan kapasitas ruang isolasi di fasilitas kesehatan, di rumah sakit dan ruang isolasi yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah.


“Bagi warga yang baru pulang liburan, setidaknya isolasi mandiri dulu lah di rumah minimal 10 hari. Jadi tolong lah jangan semena-mana dulu,” ujar Syamsuar.

Dia menambahkan, Pemprov Riau berharap pascalibur panjang cuti bersama eskalasi kasus terkonfirmasi Covid-19 Riau tidak lagi meningkat seperti sebelumnya. Meski demikian upaya antisipasi tetap harus dimaksimalkan.

Sementara Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan menegaskan, bahwa penurunan kasus Covid-19 yang terjadi sejak tiga hari ini tidak ada jaminan akan bertahan.

Sebab kuncinya ada pada masyarakat. Jika masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan dan pemerintah gencar melakukan pemeriksaan dan tracing maka kasus Covid-19 di Riau bisa ditekan.

"Tapi seminggu atau dua kedepan kita harus waspada, karena kemarin kan baru ada libur panjang. Itu nanti akan ketahuan satu atau dua minggu lagi, bisa saja naik lagi,"katanya.

Wildan mengungkapkan, untuk menekan kasus Covid-19 di Riau sebenarnya kuncinya ada di Pekanbaru. Sebab sejauh ini Pekanbaru memang menjadi daerah yang paling banyak menyumbangkan kasus Covid-19 di Riau.

"Jadi kuncinya ada di Pekanbaru, kalau Pekanbaru turun, maka secara umum, Riau juga akan turun," ujarnya.


Wildan mengatakan, penurunan kasus ini terjadi selain adanya peningkatan dalam kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan, juga disebabkan dari penanganan pasien OTG yang mulai membaik.

"Kemudian pemberlakuan prilaku hidup baru juga mulai intensif. Seperti di Pekanbaru kan sudah sering ada razia kalau malam hari. Karena penegakan hukum itu penting," katanya.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya kata Wildan adalah soal testing atau pemeriksaan swab kepada masyarakat. Khsusunya bagi mereka yang kontak erat dengan pasien positif. Sebab dengan banyaknya testing yang dilakukan, maka peningkatan kasus juga akan bisa ditekan dan diturunkan.

"Testing kita di Riau kan cukup banyak, diatas seribu per satu juta penduduk. Kalau testing ini gencar dan cepat dilakukan kemudian semakin banyak kontak tracing yang diperiksa dan diisolasi itu akan semakin cepat turunnya," katanya.



Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.