Selasa, 21 Apr 2026

Kenapa Musik Bisa Bikin Anda Jadi Sehat?

Rabu, 05 Agu 2015 09:09
Playbuzz
Dengarkan musik bisa menyehatkan

MUSIK, tak berlebihan rasanya jika hasil karya seni manusia ini begitu diagungkan dan tak pernah lepas dari sejarah peradaban manusia. Menurut sejarah, musik digunakan sebagai kendaraan ritual keagamaan. Fungsinya mulai berubah seiring perubahan besar yang dilakukan Marthin Luther King. Dalam perkembangannya, musik justru lebih mendominasi dunia hiburan.

Berbagai pernyataan atau pun penelitian tentang fungsi lain musik, memang bukan lagi menjadi hal baru. Dunia medis memang sudah medapatkan jawaban memuaskan seputar khasiat dari musik bagi kesehatan. Hal positif dari musik sudah tercantum dalam tulisan-tulisan Pythagoras, Aristoteles dan Plato. Mereka percaya bahwa musik dapat mempengaruhi fisik, emosi, kesejahteraan sosial dan meningkatkan kualitas hidup. Ini yang musik lakukan untuk kesehatan Anda:

Pembunuh rasa sakit

Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Advanced Nursing, mendengarkan musik sehari-hari dapat mengurangi rasa sakit kronis hingga 21 persen. Studi ini juga menemukan bahwa mendengarkan musik membuat orang bisa lebih mengendalikan rasa sakit mereka dan mengurangi depresi.

Mengurangi stres

Dari penelitian yang dilakukan, subjek diperintahkan mendengarkan selama setengah jam musik yang menenangkan, dua kali sehari selama dua minggu. Dan hasilnya menunjukkan pengurangan signifikan pada tingkat stres dan kecemasan subjek penelitian dalam setiap permasalahan.

Manfaat kardiovaskular

Mendengarkan musik yang tenang juga membantu mengurangi denyut jantung, tekanan darah serta risiko stroke. Dalam sebuah penelitian di Italia, para peneliti menemukan bahwa penderita hipertensi ringan (tekanan darah tinggi) yang mendengarkan musik klasik 30 menit sehari selama satu bulan mengalami pengurangan signifikan pada tekanan darah mereka.

Membantu penderita kanker

Penelitian menunjukkan bahwa musik mungkin menawarkan sejumlah manfaat bagi orang-orang pengidap kanker. Mengurangi kecemasan pada pasien yang menerima terapi radiasi, serta menurunkan gejala mual dan muntah akibat kemoterapi dosis tinggi.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.