Tak Hanya Protokol Kesehatan, Alam Mayang Juga Tumbuhkan Kesadaran Pengunjung Akan Kesehatan
Admin
Kamis, 29 Okt 2020 11:15
PEKANBARU - Pinggiran danau wisata Alam Mayang Pekanbaru terasa sejuk. Pohon-pohon besar dan rindang membuat pengunjung semakin menikmati suasana santai pada Rabu (28/10/2020) siang.
Memasuki liburan panjang, objek wisata Alam Mayang tampak mengalami peningkatan jumlah pengunjung dari biasanya.
Sejumlah titik yang menjadi andalan di sana mulai tampak kembali terisi, walau tidak dengan tingkat keramaian seperti sebelum pandemi.
Di pinggiran danau, mulai tampak begitu banyak dibentangkan tikar, dan pengunjung berkumpul dengan keluarga dan teman masing-masing.
Mereka membawa nasi, kudapan, juga mainan anak agar lebih bisa menikmati liburan santai di sana.
Diva, salah seorang ibu muda yang datang bersama suami, anak dan adik-adiknya mengaku sangat menikmati liburan kali ini.
Diakuinya, dirinya sempat kawatir dan tidak mau ke luar rumah karena takut tertular Covid-19. Namun tahu Alam Mayang menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, ia kemudian memberanikan diri untuk keluar.
"Sempat sangat takut keluar rumah sebelumnya, cukup lama juga tidak kemana-mana. Kebetulan suami sudah mulai libur, akhirnya kami putuskan libur perdana ini di Alam Mayang. Saya sampai ke sini sekarang karena sebelumnya sudah tahu bahwa penerapan protokol kesehatan di sini cukup ketat dilakukan," kata Diva kepada Tribunpekanbaru.com.
Lain lagi Deni, salah seorang karyawan swasta, yang datang bersama kawan-kawannya, yang menjadikan Alam Mayang sebagai kunjungan agenda rutin setidaknya satu bulan sekali.
"Kalau kawatir pasti ada. Tapi kalau tempatnya mengedepankan protokol kesehatan, tentu akan menjadi pertimbangan. Bukan hanya dari pihak objek wisata saja yang kita harap untuk menerapkan protokol kesehatan, tapi juga dari diri kita pribadi juga harus lebih hati-hati, dimanapun dan kapanpun," ujar Deni.
Sementara itu, Pengelola Taman Wisata Alam Mayang, Riyono Gede Trisoko, yang ditemui Tribun di lokasi wisata tersebut mengatakan, Alam Mayang dalam libur panjang kali ini siap menyambut para pengunjung dengan mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan dan lainnya.
Ia juga mengatakan, Alam Mayang kini tidak hanya menerapkan protokol kesehatan saja, tapi juga beberapa aspek lainnya, yakni keselamatan hingga kelestarian alam.
Alam Mayang dikatakannya juga dalam pengajuan Cleanliness, Health, Safety and Enviroment Sustainability (CHSE) di Kementerian Pariwisata dan dalam proses penilaian.
"Yang kita tekankan dalam CHSE ini tidak hanya protokol kesehatan, tapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga diri, sehingga bisa menciptakan wisatawan sehat," ulasnya.
Riyono menambahkan, pihaknya sudah mulai menerapkan protokol kesehatan setelah selesainya PSBB sebelumnya di Pekanbaru, yakni 30 Mei 2020, sering diterapkannya era new normal.
Keunggulan protokol kesehatan di Alam Mayang di antaranya adalah, adanya tim pemantau yang turun berkeliling untuk melakukan pengecekan, pengawas dan mengimbau pengunjung agar tidak abai protokol kesehatan.
"Selain cek suhu tubuh dan wajib masker, di lokasi tempat santai juga kita sediakan air antiseptik, mengapa kita pilih antiseptik, karena air lebih aman dan tidak mengandung alkohol," imbuhnya.
Selain itu, dikatakannya pihaknya juga menyediakan mobil keliling untuk berhalo-halo kepada pengunjung, agar menggunakan masker dan patuhi protokol kesehatan. Dalam penegakan disiplin kita juga dibantu petugas dari Kodim, Polsek dan satpol PP" tambahnya.
Tidak hanya itu, Riyono menambahkan, yang lebih menarik dalam menejemen tata kelola alam Mayang adalah, pihaknya pastikan orang yang menggelar iven di Alam Mayang memiliki ruang gerak yang luas, sehingga jarak minimal untuk satu orang jaraknya 4 meter terpenuhi.
"Kita juga sediakan minuman herbal gratis, yang terbuat dari bahan jahe, serai, dan cengkeh. Kita juga sediakan fasilitas kesehatan, membagikan vitamin dan cek kesehatan wisatawan jika diperlukan. Selain itu, di akhir persiapan sebelum iven dimulai, dipastikan terlebih dulu mengikuti ceklis protokol covid, misalnya peserta sudah cek suhu, area sudah disemprot disinfektan, petugas handsanitizer, dan petugas pengawas di lokasi, dan lainnya, itu diceklis satu persatu, mana yang sudah dilaksanakan mana yang belum," pungkasnya.