Rabu, 10 Jun 2026

Yoga, Ringankan Stres dalam Program Kehamilan

Selasa, 27 Okt 2015 16:07
SEBUAH penelitian mengungkapkan bahwa beryoga selama 45 menit dalam seminggu selama satu setengah bulan dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan sebesar 20 persen dan membantu pasien program kehamilan dengan jalan bayi tabung (IVF).

Menurut para ahli, yoga sangat dianjurkan untuk wanita yang sedang melakukan perawatan kesuburan untuk membantu mempercepat pembuahan. Sebuah penelitian mengungkapkan, melakukan yoga selama 45 menit seminggu selama enam minggu mengurangi tingkat kecemasan sebanyak 20 persen.

Mengutip dari Times of India, karena kondisi para pasien lebih santai dari sebelumnya, sehingga meningkatkan kemungkinan untuk hamil. Berdasarkan hasil ditemukan oleh para ahli penelitian di Pusat Kesuburan of Illinois, mengatakan bahwa yoga juga dapat membantu mengurangi jumlah pasangan menghentikan program IVF akibat stres.

Pimpinan penelitian di pusat kesuburan di Illinois Dr Jennifer Hirshfeld-Cytron, menggambarkan sebuah temuan yang menarik.

"Kami telah menemukan adanya penurunan kecemasan pasien yang memanfaatkan program yoga. Hal ini sangat menarik mengingat bahwa penelitian lainnya menunjukkan adanya peningkatan statistik dalam kecemasan untuk pasien infertilitas yang menjalani pengobatan infertilitas. Di AS, biaya tetap menjadi alasan pasangan atas menghentikan pengobatan infertilitas. Namun belakangan ini yang menonjol adalah tekanan emosional. Kami percaya yoga dapat membantu meringankan stres ini dan memungkinkan pasangan untuk melanjutkan pengobatan," tambahnya.

Yoga merupakan sesuatu latihan tradisional yang berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Komponen utama dari yoga adalah postur dan pernapasan. Praktek berasal dari India sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Ahli kesuburan Dr Stuart Lavery, dari Departemen Kedokteran Reproduksi di Rumah Sakit Hammersmith London, menyatakan bahwa temuan sangat menjanjikan."Itu yang dapat membantu pasien mengatasi masa sulit dan saat stres, sehingga bisa lebih baik," pungkasnya.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:05

    Iran Balas AS, Serang Pangkalan Militer di Yordania, Bahrain dan Kuwait

    Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap beberapa pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Tindakan

  • Rabu, 10 Jun 2026 13:57

    Satgas Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana Sumatra

    Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah di Provinsi Aceh untuk menyinkronkan seluruh progr

  • Rabu, 10 Jun 2026 13:26

    BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Fenomena ini diperkirakan berlangsung dari tang

  • Rabu, 10 Jun 2026 13:16

    Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Sabu, Kapolda Sulsel Waspadai Munculnya Narkoba Jenis Baru

    Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dengan total barang bukti mencapai 70 kilogram serta menangkap sekitar 1.178 tersangka dalam kurun waktu enam bulan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.