Keluarga
Orang yang Percaya Zodiak Cenderung Impulsif, Benarkah?
Senin, 17 Des 2018 09:22
Membaca atau sekadar bermain horoskop sangatlah seru, juga mengasyikan. terkadang, kita juga sering tertawa melihat peruntungan zodiak kita yang bisa saja konyol, bahkan terbukti benar.
Namun, sebagai orang normal tentulah kita jangan terbawa apa yang diceritakan dari lambang zodiak kita. Selain itu, tulisan zodiak ini tak lebih hanyalah sebuah gambaran rerata orang yang terlahir pada bulan atau tanggal tertentu yang tujuannya sekadar menghibur.
Melansir Dailymail, sebagian kecil lainnya mungkin sangat mengikuti kabar zodiaknya hingga mereka sangat mempercayainya. Nah, apa sih bahayanya membaca horoskop?
Menurut sebuah penelitian, orang-orang yang mengikuti prediksi ramalan mereka jika mendapatkan hari buruk, mereka lebih cenderung meninggalkan komitmennya dan lebih memanjakan diri.
Hal itu terjadi karena orang percaya, juga yakin bahwa mereka tidak dapat mengubah nasibnya sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan segala rencana atau persiapan yang telah dibuat.
Sementara itu, orang yang hanya sekadar mencari hiburan melalui tulisan horoskop akan bersikap seperti biasanya.
Penelitian oleh Johns Hopkins University dan University of South Carolina memberikan ramalan pesimis pada beberapa orang, dan menyuruhnya untuk memilih antara pergi ke pesta atau membersihkan rumah.
Beberapa orang yang percaya horoskop lebih cenderung memilih untuk ikut ke pesta, sementara sisanya bersikap 'berbudi luhur' untuk menghindari hari yang tidak menyenangkan baginya.
"Sifat manusia mendorong kita untuk percaya pada nasib kita sendiri," kata para penulis studi, Hyeongmin Kim, Katina Kulow, dan mereka menambahkan, "Karena pravalensi horoskop dalam budaya Barat, kami melihat pengaruh ramalan bintang terhadap keputusan yang dibuat orang itu".
"Hasil kami menunjukkan, membaca horoskop yang tidak menguntungkan sebenarnya memiliki efek yang berlawanan pada seseorang," lanjutnya.
Bagi mereka yang percaya pada zodiak, mencoba menolak horoskop yang tidak diinginkan membutuhkan kekuatan mental dan membiarkan mereka terbuka terhadap godaan. Peserta yang percaya pada nasibnya tidak terpengaruh pada mentalnya, sehingga mereka fokus untuk hari selanjutnya.
(okezone.com)
Lifestyle
Satlak Tri Cakti dan Tim Gabungan Bongkar Upaya Penyelundupan 8 Ton Bijih Timah ke Luar Negeri, Selamatkan Potensi Penerimaan Negara Rp7,4 Miliar
Bangka â€" Tim Gabungan Satlap Tri Cakti, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Pusintelmar, Tim Intel Korem 045/Garuda Jaya (GY), Lanal Babel, dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati
KPID DKI Jakarta Sambut 499 Tahun Jakarta: Lawan Darurat Informasi, Hidupkan Kembali Ruang Publik Lewat Televisi dan Radio
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad perjalanannya, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat budaya
Muktamar Mendekat, Cak Imin Minta Pemain Politik Keluar dari NU
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar merespons dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 pada Agust
Bantu Saudara Serantau, Lumpo Sapayuang Riau Gelar Sunatan Massal Gratis Perdana
PEKANBARU â€" Meski baru dikukuhkan pada April 2026 lalu, Persatuan Lumpo Sapayuang (PLS) Provinsi Riau periode 2025-2030 langsung merealisasikan program sosial bagi masyarakat perantauan asal Nagari
Serangan Israel Tewaskan 28 Orang di Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
JAKARTA - Pemerintah Iran memutuskan kembali menutup lalu lintas perairan vital Selat Hormuz, Sabtu (20/6/2026). Langkah tegas ini merupakan imbas langsung dari serangan pesawat tempur Israel di Leban