Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Astaga! Model Ini Dipaksa Berhenti Makan Demi Kurus

Fasion

Astaga! Model Ini Dipaksa Berhenti Makan Demi Kurus

Sabtu, 09 Apr 2016 13:34
okezone.com
Model kurus

BERKARIER sebagai model memang tidak pernah mudah. Penampilan sempurna adalah modal utama, karena suka tidak suka itulah yang menjadi asset utama untuk 'dijual' untuk publik.

Penampilan seorang model yang sempurna, dekat dengan stereotype harus bertubuh super langsing bahkan cenderung terlalu kurus. Hal inilah yang menjadi tekanan tersendiri bagi model asal Polandia, Zuzanna Buchwald.

Sebagai seorang model, Zuzanna sudah sukses berkarir dengan sering bekerja untuk rumah mode dunia ternama seperti Gucci, Prada, dan Versace. Namun sayangnya, ketika ia mulai meniti karir di Amerika, tekanan dari industri modeling Amerika yang sangat tinggi terutama soal ukuran tubuh dirasa Suzanna sudah merusak pola hidupnya.

Ia mengaku kerasnya tuntutan di dunia modeling Amerika menghantarkan dirinya menjadi penderita anoreksia dan bulimia, parahnya dahulu ia merasa harus diam saja menuruti semua tekanan ini agar karir modelingnya tetap berjalan dengan lancar. Zuzanna bercerita bahwa berkarir di Amerika memaksa dirinya melihat wajar bahwa seorang model harus punya ukuran tubuh yang sangat kurus agar pakaian-pakaian yang diperagakan bisa pas di badan.

Zusanna menambahkan, dirinya bertambah stress ketika pihak agensi manajemen yang menaunginya terlalu memantau berat badannya dan malah menganjurkan untuk para model agar selalu tetap kurus. Zusanna yang pada awalnya aktif sebagai atlit sebelum terjun menjadi model ini menjelaskan karena dirinya adalah mantan atlit, maka otot-otot yang terbentuk di tubuhnya ini dianggap menjadi masalah.

"Agensi ku menyarankan diriku untuk berhenti berolahraga dan berhenti untuk makan. Hal ini sangat menyiksa dan membuat stress, ditambah dengan keadaan aku hidup sendiri di negara orang. Tekanan tinggi dan stress ini membuat aku memiliki eating disorder –kelainan pola makan selama empat tahun. Ketika aku sedang anoreksia ini mereka (para desainer dan dan agensi manajemen) malah sangat mengagumiku, ketika itu juga lah pekerjaanku sedang banyak-banyaknya," jelas Zuzanna, seperti dilansir, Cosmopolitan.

Cewek berambut pirang ini juga menjelaskan, bahwa tekanan besar yang diberikan oleh agensinya ini mengubah hubungan pribadinya dengan makanan, selamanya. Sekarang Zuzanna berani blak-blakan dan mengatakan pada dunia bahwa industry fashion memang kejam, industry fashion pula lah yang memaksakan konsep standard dari cantik yang tidak nyata yang merusak makna dari kecantikan itu sendiri. (okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.