Lifestyle
Ini Foto-Foto saat Transgender Thailand Ikut Wajib Militer, Duh Kulitnya Bikin Iri!
Kamis, 12 Apr 2018 11:35
THAILAND menjadi salah satu negara Asia yang mengharuskan laki-lakinya mengikuti wajib militer tanpa terkecuali. Hal ini tentu berlaku pada jenis laki-laki yang telah berganti kelamin (transgender).
Aturan yang harus dipatuhi saat wajib militer sendiri ialah laki-laki yang telah berusia 21 tahun, dan harus menjalani masa militer selama dua tahun. Aturan tersebut membuat para penduduk laki-laki yang telah mengganti kelamin, wajib mengikuti wajib militer.
Melansir dari laman Daily Mail, Kamis (12/4/2018), akan tetapi pada
akhirnya ada sebuah peraturan yang menyatakan transgender tidak harus
mengikuti wajib militer, namun tetap harus menunjukkan dokumen
pembebasan mereka, yang membuktikan mereka tidak memenuhi syarat untuk
ikut wajib militer. Dokumen tersebut tetap identitas asli mereka sebagai
laki-laki, karena negara tidak mengijinkan penduduk mengubah dokumen
identitas pribadi.
"Saya telah mengikuti banyak kontes kecantikan dan saya selalu datang lebih awal. Saya takut menjadi tentara, jadi baguslah tidak dipilih," ucap salah satu transgender.
Meksipun tidak bisa ikut wajib militer, para transgender ini
tetap harus berbaris dengan laki-laki lainnya yang ikut seleksi wajib
militer. Ratusan laki-laki berbaris menunggu pemeriksaan dokumen dan
kelayakan untuk mengikuti wajib militer.
"Saya telah mengikuti banyak kontes kecantikan dan saya selalu datang lebih awal. Saya takut menjadi tentara, jadi baguslah tidak dipilih," ucap salah satu transgender.
Meksipun tidak bisa ikut wajib militer, para transgender ini tetap harus berbaris dengan laki-laki lainnya yang ikut seleksi wajib militer. Ratusan laki-laki berbaris menunggu pemeriksaan dokumen dan kelayakan untuk mengikuti wajib militer.
Dari 500 peserta yang hadir ternyata ada 60 peserta saja yang berhasil
terpilih. Berdasarkan foto-foto yang disisipkan oleh sumber, ada
beberapa wanita transgender yang ikut berbaris. Kehadiran mereka menyita
perhatian laki-laki dan petugas yang ada di sekitarnya. Dari salah satu
foto nampak seorang transgender sedang mengurus dokumennya, sementara
petugas yang melayaninya tersenyum, ada pula yang sengaja memotret, dan
peserta wajib militer lainnya melirik dan melempar senyum ke arahnya.
Melihat para wanita transgender ini ada di antara para laki-laki tentu menjadi pemandangan yang amat kontras. Pasalnya, mereka tidak lagi berpenampilan dan terlihat layaknya seorang laki-laki. Wajah yang imut, manis, dan cantik dipulas riasan yang sederhana.
Sedangkan pakaian yang dikenakan, transgender ini memamerkan lengan, paha, hingga betis. Kulit mereka pun nampak begitu mulus, putih, hingga benar-benar mirip sekali wanita tulen.
(okezone.com)
Lifestyle
Ketum TP Posyandu: Percepatan Registrasi Perkuat Peran Posyandu sebagai Pusat Pelayanan Masyarakat
Ketua Umum Tim Pembina (TP) Posyandu Tri Tito Karnavian menegaskan pentingnya percepatan registrasi Posyandu sebagai langkah memperkuat peran Posyandu dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyaraka
Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru
PEKANBARU - Pihak kejaksaan kini tengah menunggu pelimpahan berkas kasus perampokan dan pembunuhan nenek Dumaris Sitio (60) di Pekanbaru.Ada 4 orang tersangka dalam kasus ini. Mereka terdiri dari dua
Kejari Kuansing Luruskan Maksud Pendampingan Proyek MTQ Bukan Melindungi Kontraktor
TELUKKUANTAN - Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi menegaskan bahwa pemdampingan pembangunan Astaka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan untuk melindungi kontraktor.Pengerjaannya saat ini masih tengah
Kapolda Riau Janji Usut Dugaan Aktivis IMM Dipukul Aparat Saat Demo di DPRD Riau
PEKANBARU - Polda Riau menerima penyampaian tuntutan dan laporan pengaduan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Aliansi Cipayung Plus Kota Pekanbaru terkait dugaan tindakan kekerasan yang
Guru Besar Unri: Sekolah Rakyat Bisa Putus Mata Rantai Kemiskinan Antar Generasi
PEKANBARU â€" Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau, Prof. Dr. Hermandra, S.Pd., M.A., menilai program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat berpotensi menjad