Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Guru Besar Unri: Sekolah Rakyat Bisa Putus Mata Rantai Kemiskinan Antar Generasi

Guru Besar Unri: Sekolah Rakyat Bisa Putus Mata Rantai Kemiskinan Antar Generasi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 25 Jun 2026 11:32
PEKANBARU â€" Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau, Prof. Dr. Hermandra, S.Pd., M.A., menilai program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat berpotensi menjadi instrumen efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang lebih inklusif, terarah, dan berkelanjutan.

Tanggapan itu disampaikan di tengah mulai beroperasinya tiga Sekolah Rakyat di Provinsi Riau yang menampung ratusan siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah juga tengah membangun Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kuantan Singingi sebagai bagian dari perluasan program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.


Menurut Hermandra, kehadiran Sekolah Rakyat perlu dilihat sebagai bagian dari desain besar pembangunan pendidikan nasional yang kini mencakup sekolah umum, Sekolah Garuda, dan Sekolah Rakyat dengan sasaran yang berbeda-beda. Dua model sekolah terakhir ialah program unggulan Presiden Prabowo.

Ia menjelaskan, selama ini negara telah menyediakan akses pendidikan bagi seluruh warga melalui sekolah umum. Namun, menurutnya, masih ada kelompok masyarakat yang menghadapi hambatan besar untuk menikmati pendidikan secara optimal karena tekanan ekonomi yang mereka alami sehari-hari.


Bagi keluarga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, kata dia, pendidikan seringkali bukan menjadi prioritas utama. Mereka lebih banyak memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.

"Biasanya (mereka) berpikir bagaimana besok bisa makan, bagaimana bertahan hidup. Mereka tidak sedang memikirkan sekolah atau pendidikan tinggi. Karena itu negara harus hadir untuk mengambil peran yang tidak mampu dilakukan keluarga," ujarnya kepada Goriau, Kamis (25/6/2026).

Hermandra menilai Sekolah Rakyat hadir untuk mengisi celah tersebut. Dengan sistem pendidikan berasrama, negara tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Menurut dia, persoalan utama yang sering dihadapi anak-anak dari keluarga miskin bukan semata keterbatasan biaya sekolah, melainkan lingkungan sosial yang kurang mendukung proses pendidikan. Banyak orang tua harus bekerja sepanjang hari sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anak-anak mereka.


"Bukan karena orang tua tidak sayang kepada anak. Mereka tetap sayang. Tetapi kondisi ekonomi membuat mereka fokus mencari nafkah sehingga pengawasan terhadap anak menjadi terbatas. Akibatnya lingkungan menjadi faktor yang sangat menentukan perkembangan anak," katanya.

Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan Berasrama

Dalam pandangan Hermandra, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan pola pikir seseorang. Karena itu, memindahkan anak-anak dari lingkungan yang kurang kondusif ke lingkungan pendidikan yang terstruktur diyakini dapat menciptakan perubahan signifikan dalam jangka panjang.

"Kalau anak yang lahir dalam lingkungan sulit kemudian ditempatkan dalam lingkungan pendidikan yang baik selama bertahun-tahun, peluangnya untuk berkembang akan jauh lebih besar. Pendidikan memang tidak mengubah kehidupan dalam semalam, tetapi dampaknya akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan,(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/guru-besar-unri-sekolah-rakyat-bisa-putus-mata-rantai-kemiskinan-antar-generasi.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.