food
Jangan di buang Kentang Bertunas Masih Bisa
sumber : okezone.com
Rabu, 20 Des 2017 10:56
TIDAK dipungkiri, ketika mengetahui kentang yang tersimpan di dapur hadir dengan visual tampilan tidak mulus alias ada munculnya tunas-tunas di sekitar badan kentang, banyak orang jadi enggan untuk menjadikan sprouted potatoes sebagai bahan makanan untuk diolah jadi sebuah hidangan makanan.
Maka dari itu, biasanya ketika mendapati kentang-kentang itu telah bertunas, biasanya banyak orang akan langsung membuangnya ke tempat sampah. Jika Anda pernah.
Disebutkan bahwa sebenarnya kentang bertunas itu tidak perlu berakhir di tempat sampah. Pasalnya, sebagaimana dilapor Dailymail, Selasa (19/12/2017) peneliti makanan dari University of Lincoln mengemukakan bahwa kentang-kentang bertunas ini bisa dikonsumsi dan tidak beracun alias aman untuk dimakan selayaknya kentang biasa kentang normal pada umumnya.
Diterangkan lebih lanjut, para peneliti menyarankan yang harus dilakukan ketika mendapati kentang-kentang di rumah menjadi kentang bertunas adalah tinggal memotong menghilangkan tunas-tunas itu, lalu olahlah kentang menjadi salah satu bahan makanan seperti biasanya maka pada dasarnya kentang bertunas itu akan memiliki cita rasa yang sama dengan kentang normal seperti biasanya.
Penelitian dari para peneliti makanan di University of Lincoln ini, berangkat dari fakta Inggris bahwa telah membuang-membuang kentang senilai 230 juta Euro setiap tahunnya, yang di mana kurang lebih sama dengan satuan 730 ribu ton kentang. Maka dari itu untuk menghindari makanan menjadi terbuang sia-sia, akhirnya para peneliti melakukan percobaan untuk mengetahui apakah varietas kentang tertentu lebih rentan tumbuh tunas daripada yang lain.
Hasil penelitian, ditemukan bahwa ada kemungkinan peluang sebesar 50:50 kentang akan mulai tumbuh tunasnya sekitar satu pekan setelah dibeli. Para ilmuwan juga menemukan bahwa kentang Osprey adalah spesies kentang yang punya kemungkinan tumbuhnya tunas paling besar, sedangkan kentang Marfona jadi kebalikannya adalah varietas kentang yang paling tidak mungkin tumbuh tunas.
Hhasil ini didapatkan setelah menguji sekitar 2,5 kilogram kentang yang dibeli dari enam gerai supermarket berbeda. Kentang-kentang disimpan dalam lemari pendingin yang gelap selama tujuh hari, sebelum para ilmuwan di Pusat Nasional untuk Manufaktur Pangan Lincoln menilai umbi-umbian tersebut untuk mengetahui mana yang telah tumbuh tunas paling cepat.
Para ahli mengatakan, kondisi kentang yang keriput, tumbuh tunas ataupun langu yang suka langsung dibuang oleh banyak orang pada dasarnya adalah sebuah kondisi yang tidak memberikan efek kepada cita rasa kentang tersebut, jika 'bagian-bagian' yang buruk itu telah dibuang dihilangkan.
(okezone.com)
Lifestyle
Gerbong Mutasi Polri Bergerak, Sejumlah Pejabat Utama Polda Riau Resmi Berganti
PEKANBARU - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia kembali merotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau, Jumat (26/6/2026).Berdasarkan surat telegram
Serbuk Sorgum Ternyata Jadi Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap
PPT PLN Indonesia Power (PLN IP) memanfaatkan biomassa berupa serbuk sorgum yang dihasilkan oleh masyarakat sebagai campuran bahan bakar (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.Direkt
Dendam Berujung Pembacokan, Pemuda di Makassar Serang Mahasiswa
Tim Opsnal Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Panakkukang menangkap AF (18), pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa di Jalan Maccini Raya, Kelurahan Sinrijala, Makassar. Berdasarkan hasil pemeri
Pengusaha Ayam Fillet Bakar di Bandung Mengadu ke BPSK Terkait Pemadaman Listrik, Minta Ganti Rugi Rp2 Ribu
Seorang pengusaha ayam fillet bakar, Dadi mendatangi Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung pada Kamis (25/6) untuk melayangkan aduan permintaan ganti rugi terhadap PLN terkai
Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani dari Aceh Hingga Kalimantan Untung
Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai dirasakan manfaatnya, tidak hanya oleh petani di Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai daerah. Penurunan ini turut mendongk