KOMPAS.COM
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyimpan makanan di kulkas dapat memperpanjang usia konsumsi makanan sehingga dapat menikmatinya kapan pun. Selain itu, menyimpan makanan di kulkas juga dapat menjadi cara mengurangi limbah makanan serta menghemat uang. Pasalnya, suhu kulkas yang salah, baik itu terlalu dingin maupun kurang, dapat membuat makanan cepat rusak. Tak hanya itu, suhu kulkas yang terlalu dingin juga dapat membuat kulkas membentuk bunga es serta meningkatkan tagihan listrik. (Shutterstock/New Africa) Disadur dari The Spruce, Selasa (8/7/2025), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan menjaga suhu kulkas pada 4,4 derajat Celsius atau di bawahnya. Mungkin kamu tergoda menyetel suhu kulkas lebih tinggi dari 4,4 derajat Celsius demi menghemat tagihan listrik, tetapi itu bukan ide bagus. Bakteri patogen dapat mulai tumbuh pada suhu antara 4,4 derajat Celsius dan 60 derajat Celsius. Jenis bakteri ini sangat berbahaya karena tidak mempengaruhi bau, tampilan, atau rasa makanan. Kamu dapat mengonsumsi bakteri patogen ini tanpa menyadarinya. Karena suhu internal kulkas berubah setiap kali membuka dan menutup pintu atau mengisinya dengan makanan baru, sebaiknya atur suhu di bawah 4,4 derajat Celsius. Namun, semakin dingin kulkas, belum tentu lebih baik. Makanan dapat mulai membeku pada suhu 0 derajat Celsius, jadi jangan mengaturnya di bawah 1,6 derajat Celsius untuk berjaga-jaga. Selain itu, mengatur suhu kulkas terlalu dingin dapat menyebabkannya bekerja lebih sering sehingga mempercepat keausan. Suhu terbaik untuk freezer Suhu kulkas dan freezer berbeda. Untuk menjaga makanan di freezer tetap segar dan awet, setel suhu freezer pada -17 derajat Celsius. Suhu ini jauh di bawah titik beku dan akan menjaga makanan tetap beku sampai kamu siap mengonsumsinya. Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, makanan yang secara konsisten disimpan pada suhu di bawah -17 derajat Celsius secara teknis aman dikonsumsi tanpa batas waktu,
Namun, perlu diingat, kualitas makanan beku mulai menurun dalam beberapa bulan. Tanda kulkas dan freezer berada pada suhu yang salah Kulkas baru dan lama sama-sama memiliki kekurangan dalam hal menjaga suhu internal yang ideal. Jika melihat salah satu dari tanda-tanda ini, sebaiknya periksa kembali apakah suhu kulkas berada pada 1,6 dan 4,4 derajat Celsius.
1. Kondensasi atau embun beku pada makanan atau sisi kulkas.
2. Makanan sering membusuk sebelum tanggal kedaluwarsanya.
3. Makanan terasa suam-suam kuku atau memiliki kantong yang membeku.
4. Adanya air bocor di lantai.
5. Motor terus berjalan.
6. Tercium bau busuk.
7. Ada lonjakan tagihan listrik yang tidak dapat dijelaskan. Jika freezer bekerja terlalu panas atau dingin, kamu mungkin mengalami masalah yang sama, seperti air yang bocor ke dalam kulkas dan makanan yang disimpan mencair di bagian pinggirnya. Namun, lapisan es kecil di sisi freezer dianggap normal. Meski telah mengatur kulkas dan freezer ke suhu yang tepat, ada beberapa hal yang menyebabkannya berada di luar kisaran suhu yang diinginkan. Selain karena kesalahan manusia, berikut beberapa alasan suhu kulkas bisa menjadi terlalu panas atau dingin: Termometer rusak. Kipas rusak. Segel rusak. Kumparan kondensor yang tersumbat. Ventilasi udara yang tersumbat. Kulkas terlalu penuh atau kosong. Jika mencurigai ada masalah dengan kulkas, hubungi ahli perbaikan. Kamu mungkin dapat mengembalikan suhu kulkas saat ini ke kondisi optimal dan menghindari keharusan membeli kulkas baru.***(KOMPAS.COM)
Sumber: KOMPAS.COM
Lifestyle