Kamis, 04 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Mitigasi Karhutla saat Kemarau, BNPB Gelar Modifikasi Cuaca di Kalteng

Lingkungan,

Mitigasi Karhutla saat Kemarau, BNPB Gelar Modifikasi Cuaca di Kalteng

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 08 Agu 2025 10:25
okezone.com
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus berjalan secara terkoordinasi dan menyeluruh.

Satgas darat telah dibentuk oleh provinsi, kabupaten, dan kota. Satgas ini merupakan gabungan dari berbagai unsur, yaitu BPBD, relawan, masyarakat peduli api, Manggala Agni, TNI, dan Polri. Semua pihak bersinergi untuk melakukan pemadaman langsung di lapangan. Sebagai bagian dari penguatan sistem komando dan pengawasan, Suharyanto menyampaikan bahwa saat ini telah berdiri 77 pos pantau di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

“Kami terus memantau eskalasi karhutla. Jika situasi meningkat, kami akan bentuk satuan tugas khusus seperti di Riau, di mana setiap kabupaten dan kota diperkuat oleh 100 tentara dan 100 polisi. Di Kalimantan Barat juga sudah terbentuk satgas Babinsa dan Bhabinkamtibmas masing-masing sebanyak 50 personel,” kata Suharyanto, Jumat (8/8/2025).

Meskipun kondisi di Kalimantan Tengah saat ini tergolong relatif aman, Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya tidak lengah. Langkah mitigasi tetap dilakukan secara paralel, termasuk melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Kami siagakan satu pesawat jenis Thrush untuk OMC. Sudah dua hari berjalan dan berhasil menurunkan hujan. Hari ini juga kami laksanakan, semoga nanti malam turun hujan kembali,” ucapnya.

Seiring dengan itu, Suharyanto juga menekankan pentingnya pemadaman dari udara untuk menjangkau wilayah yang tidak bisa diakses tim darat. Ia menyebut dua unit helikopter water bombing telah disiagakan guna mendukung operasi.

“Ini akan kami evaluasi terus. Jika kurang, akan kami tambah. Prinsipnya, apabila ada titik api, masyarakat atau petugas dapat segera menghubungi posko, apakah perlu ditangani dengan OMC, helikopter, atau langsung oleh satgas darat. Namun dari sisi efektivitas dan efisiensi, satgas darat tetap yang paling optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suharyanto mengatakan bahwa selain mobilisasi personel dan udara, BNPB juga memperhatikan aspek ketersediaan air di lapangan. Ini penting mengingat beberapa titik rawan tidak memiliki sumber air alami. Oleh karena itu, satgas darat telah dibekali peralatan modern berupa flexible tank berkapasitas sekitar 5 ton.

“Tangki fleksibel ini berfungsi seperti kolam kecil yang bisa diisi dari sungai, pompa, atau bahkan dari helikopter water bombing. Dari situ, air disalurkan melalui selang oleh dua petugas: satu mengatur pompa, satu mengarahkan semprotan. Air bisa habis, lalu langsung diisi kembali dari helikopter,” ungkapnya.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Lingkungan
Berita Terkait
  • Rabu, 03 Jun 2026 16:41

    Pemerintah Ubah Aturan PPh Final UMKM, PT dan CV Tak Lagi Dapat Fasilitas

    Jakarta - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Salah sat

  • Rabu, 03 Jun 2026 16:03

    Sumbang Triliunan Rupiah Sejak 1945, Afni Sebut Siak Tercekik Aturan Keuangan Baru

    PEKANBARU-Kisah ironi menyelimuti Kabupaten Siak. Setelah menyerahkan seluruh kekayaan kerajaannya untuk bergabung dengan Republik Indonesia tahun 1945, lumbung energi nasional ini justru kembali diha

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:42

    Sukseskan Ketahanan Pangan, Polsek Rengat Barat Inhu Gelar Monitoring Berkelanjutan

    RENGAT-Dukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Rengat Barat Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggelar monitoring

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:29

    Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok Gara-Gara Tegur Pengendara Serobot Antrean Solar di SPBU

    Niat hati menegur pengendara yang menyerobot antrean pengisian bahan bakar mininya di SPBU, seorang sopir truk, YF (33), tewas di keroyok. Polisi masih mengejar tujuh pelaku yang terlibat.Korban awaln

  • Rabu, 03 Jun 2026 15:09

    Bisnis Emas Batangan Moncer, Pendapatan Hartadinata Abadi Melejit Tembus Rp20 Triliun

    PT Hartadinata Abadi Tbk. mencatatkan lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih signifikan. Hartadinata membukukan pendapatan sebesar Rp20 triliun pada kuartal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.