Sabtu, 01 Agu 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Waspada! Ini 9 Cara Kenali Makanan yang Pakai Minyak Babi

Lifestyle

Waspada! Ini 9 Cara Kenali Makanan yang Pakai Minyak Babi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 25 Jul 2025 14:52
Berita satu.com
Kontroversi Ayam Goreng Widuran Solo yang viral belum lama ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam industri kuliner, terutama terkait penggunaan bahan nonhalal seperti minyak babi. Lalu, bagaimana cara kenali makanan pakai minyak babi?

Restoran legendaris yang berdiri sejak 1973 ini menuai sorotan karena menggunakan minyak babi untuk kremesan ayam tanpa pemberitahuan jelas, membuat banyak konsumen muslim merasa tertipu.

Bagi Anda yang ingin lebih waspada, berikut ini cara mengenali makanan yang menggunakan minyak babi.

Cara Mengenali Makanan Pakai Minyak Babi
Minyak babi atau lard kerap digunakan dalam dunia kuliner karena mampu menghasilkan tekstur renyah dan cita rasa gurih yang khas. Namun, bagi sebagian orang, terutama yang memiliki pantangan konsumsi daging babi karena alasan agama atau kesehatan, mengetahui keberadaan minyak babi dalam makanan menjadi hal penting.

1. Perhatikan rasa dan tekstur yang sangat gurih
Minyak babi memberi sensasi gurih alami, bahkan tanpa tambahan penyedap rasa. Ciri lainnya adalah tekstur yang lebih renyah dan ringan, terutama pada bagian gorengan seperti kremesan atau kulit ayam.

2. Cek aroma setelah digoreng
Berbeda dari minyak sayur atau kelapa sawit yang biasanya meninggalkan aroma menyengat, minyak babi cenderung tidak berbau tajam. Makanan yang digoreng dengan lard terasa lebih netral dari segi aroma, tetapi justru lebih gurih saat dimakan.

3. Tanyakan langsung bahan ke penjual
Jika Anda ragu, jangan segan untuk bertanya apakah makanan menggunakan minyak hewani, khususnya babi. Penjual yang jujur dan transparan akan memberikan informasi yang dibutuhkan. Dalam kasus Ayam Goreng Widuran, beberapa pelanggan muslim mengaku tidak diberitahu kremesan digoreng dengan minyak babi, meski sudah bertanya.

4. Periksa label atau sertifikasi halal
Makanan yang sudah memiliki sertifikasi halal dari MUI atau BPJPH biasanya lebih bisa dipercaya kehalalannya. Cek label halal pada kemasan, papan menu, atau bahkan di media sosial restoran bersangkutan. Selama lebih dari 50 tahun, makanan di Ayam Goreng Widuram disajikan tanpa keterangan nonhalal, yang membuat banyak konsumen merasa ditipu.

5. Waspadai restoran tanpa keterangan jelas
Jika sebuah restoran tidak memberikan informasi jelas mengenai bahan-bahan yang digunakan, terutama di kawasan mayoritas muslim, Anda perlu ekstra hati-hati. Cek juga testimoni di Google Review atau media sosial.

6. Perhatikan daya tahan dan tekstur makanan
Makanan yang menggunakan minyak babi, terutama yang sudah dihidrogenasi, cenderung lebih tahan lama dan tetap renyah meski disimpan beberapa waktu. Jika gorengan tetap kriuk dalam waktu lama, itu bisa jadi petunjuk penggunaan lard.

7. Cari informasi di media sosial dan ulasan
Sebelum mencoba makanan dari tempat baru, cari ulasan atau review netizen di internet. Banyak pelanggan yang secara sukarela berbagi pengalaman mereka soal transparansi bahan dan label halal sebuah tempat makan.

8. Hindari makanan tradisional yang tidak dijelaskan bahannya
Beberapa makanan tradisional Tionghoa, peranakan, atau kuliner tertentu dari Asia Timur memang secara umum menggunakan minyak babi dalam proses memasaknya. Jika tidak ada penjelasan atau sertifikasi, sebaiknya berhati-hati.

9. Hati-hati dengan istilah tersembunyi di menu
Beberapa restoran menggunakan istilah asing atau umum untuk menyamarkan bahan yang digunakan. Misalnya, shortening atau rendered fat bisa saja merujuk pada minyak babi. Perhatikan deskripsi menu dengan seksama.

Kasus Ayam Goreng Widuran Solo menjadi pelajaran penting bagi konsumen untuk lebih waspada terhadap makanan yang menggunakan minyak babi. Dengan memperhatikan rasa, tekstur, aroma, dan transparansi informasi dari restoran, Anda dapat mengenali makanan nonhalal.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:24

    Program KEJAR BRK Syariah Jangkau 380 Pelajar SMP Negeri 1 Pangkalan Kerinci

    PELALAWAN â€" PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) Cabang Pangkalan Kerinci terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda melalui Program Satu Re

  • Sabtu, 01 Agu 2026 09:22

    Beban Transportasi Berkurang, Pertamax Resmi Turun Jadi Rp15.950 per Liter Hari Ini

    JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga jual sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mulai hari ini, Sabtu (1/8/2026). Penurunan harga tersebut berlaku untuk produk Pertamax, Pe

  • Sabtu, 01 Agu 2026 08:45

    Tak Sekadar Cetak Lulusan, Wamen Minta Kampus di Riau Beri Solusi Nyata

    PEKANBARU - Perguruan tinggi di Riau kini ditantang untuk tidak sekadar berfokus mencetak lulusan, tetapi wajib turun tangan memberikan solusi nyata bagi persoalan di tengah masyarakat. Dorongan untuk

  • Sabtu, 01 Agu 2026 08:44

    Nasib 2.400 PPPK Paruh Waktu Riau Tunggu Keputusan Pusat

    PEKANBARU - Kepastian status ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang saat ini menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu belum menemui ti

  • Sabtu, 01 Agu 2026 08:41

    Ciptakan Layanan Cepat, PeSATS Pangkas Izin Angkut Satwa Jadi 60 Menit

    JAKARTA - Pengurusan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar (SATS) untuk keperluan dalam negeri maupun luar negeri kini resmi dilakukan secara elektronik. Digitalisasi ini menghadirkan sistem perizinan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki