Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Waspada! Ini 9 Cara Kenali Makanan yang Pakai Minyak Babi

Lifestyle

Waspada! Ini 9 Cara Kenali Makanan yang Pakai Minyak Babi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 25 Jul 2025 14:52
Berita satu.com
Kontroversi Ayam Goreng Widuran Solo yang viral belum lama ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam industri kuliner, terutama terkait penggunaan bahan nonhalal seperti minyak babi. Lalu, bagaimana cara kenali makanan pakai minyak babi?

Restoran legendaris yang berdiri sejak 1973 ini menuai sorotan karena menggunakan minyak babi untuk kremesan ayam tanpa pemberitahuan jelas, membuat banyak konsumen muslim merasa tertipu.

Bagi Anda yang ingin lebih waspada, berikut ini cara mengenali makanan yang menggunakan minyak babi.

Cara Mengenali Makanan Pakai Minyak Babi
Minyak babi atau lard kerap digunakan dalam dunia kuliner karena mampu menghasilkan tekstur renyah dan cita rasa gurih yang khas. Namun, bagi sebagian orang, terutama yang memiliki pantangan konsumsi daging babi karena alasan agama atau kesehatan, mengetahui keberadaan minyak babi dalam makanan menjadi hal penting.

1. Perhatikan rasa dan tekstur yang sangat gurih
Minyak babi memberi sensasi gurih alami, bahkan tanpa tambahan penyedap rasa. Ciri lainnya adalah tekstur yang lebih renyah dan ringan, terutama pada bagian gorengan seperti kremesan atau kulit ayam.

2. Cek aroma setelah digoreng
Berbeda dari minyak sayur atau kelapa sawit yang biasanya meninggalkan aroma menyengat, minyak babi cenderung tidak berbau tajam. Makanan yang digoreng dengan lard terasa lebih netral dari segi aroma, tetapi justru lebih gurih saat dimakan.

3. Tanyakan langsung bahan ke penjual
Jika Anda ragu, jangan segan untuk bertanya apakah makanan menggunakan minyak hewani, khususnya babi. Penjual yang jujur dan transparan akan memberikan informasi yang dibutuhkan. Dalam kasus Ayam Goreng Widuran, beberapa pelanggan muslim mengaku tidak diberitahu kremesan digoreng dengan minyak babi, meski sudah bertanya.

4. Periksa label atau sertifikasi halal
Makanan yang sudah memiliki sertifikasi halal dari MUI atau BPJPH biasanya lebih bisa dipercaya kehalalannya. Cek label halal pada kemasan, papan menu, atau bahkan di media sosial restoran bersangkutan. Selama lebih dari 50 tahun, makanan di Ayam Goreng Widuram disajikan tanpa keterangan nonhalal, yang membuat banyak konsumen merasa ditipu.

5. Waspadai restoran tanpa keterangan jelas
Jika sebuah restoran tidak memberikan informasi jelas mengenai bahan-bahan yang digunakan, terutama di kawasan mayoritas muslim, Anda perlu ekstra hati-hati. Cek juga testimoni di Google Review atau media sosial.

6. Perhatikan daya tahan dan tekstur makanan
Makanan yang menggunakan minyak babi, terutama yang sudah dihidrogenasi, cenderung lebih tahan lama dan tetap renyah meski disimpan beberapa waktu. Jika gorengan tetap kriuk dalam waktu lama, itu bisa jadi petunjuk penggunaan lard.

7. Cari informasi di media sosial dan ulasan
Sebelum mencoba makanan dari tempat baru, cari ulasan atau review netizen di internet. Banyak pelanggan yang secara sukarela berbagi pengalaman mereka soal transparansi bahan dan label halal sebuah tempat makan.

8. Hindari makanan tradisional yang tidak dijelaskan bahannya
Beberapa makanan tradisional Tionghoa, peranakan, atau kuliner tertentu dari Asia Timur memang secara umum menggunakan minyak babi dalam proses memasaknya. Jika tidak ada penjelasan atau sertifikasi, sebaiknya berhati-hati.

9. Hati-hati dengan istilah tersembunyi di menu
Beberapa restoran menggunakan istilah asing atau umum untuk menyamarkan bahan yang digunakan. Misalnya, shortening atau rendered fat bisa saja merujuk pada minyak babi. Perhatikan deskripsi menu dengan seksama.

Kasus Ayam Goreng Widuran Solo menjadi pelajaran penting bagi konsumen untuk lebih waspada terhadap makanan yang menggunakan minyak babi. Dengan memperhatikan rasa, tekstur, aroma, dan transparansi informasi dari restoran, Anda dapat mengenali makanan nonhalal.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.