Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Api yang Bakar 50 Ha Lahan TNTN Diduga Dirambah Masyarakat, Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Api yang Bakar 50 Ha Lahan TNTN Diduga Dirambah Masyarakat, Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Admin
Selasa, 05 Jul 2022 08:58
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang muncul di lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, Senin (4/7/2022).

Api muncul sejak Sabtu (2/7/2022) pekan lalu dan membakar lahan kosong yang ada di dalam kawasan TNTN.

Areal tersebut diduga dirambah oleh masyarakat yang biasanya akan dibangun kebun sawit.

Sedikitnya 50 hektare lahan yang hangus dilalap api hingga akhirnya berhasil dipadamkan tim gabungan.

"Luas kebakaran yang di TNTN kurang lebih 50 hektar. Tapi secara sudah clear semua. Sudah tuntas," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Musa S.Pd pada  Senin (4/7/2022).

Musa menjelaskan, areal yang dilalap api merupakan lahan kosong dan semak belukar dan tidak ada tanaman di dalamnya, termasuk kelapa sawit.

Dari informasi yang berkembang di lokasi, lahan yang masuk areal TNTN itu merupakan garapan masyarakat.

Namun tim gabungan hanya bertugas memadamkan api Karhutla sampai tuntas.

"Itu sudah kita anggap selesai. Sekarang kami di Desa Pangkalan Panduk. Sudah dua hari memadamkan api di sini," paparnya.

Karhutla di areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) pada Sabtu (2/7/2022) lalu. Api membakar kawasan hutan dan semak belukar yang masuk dalam wilayah administrasi Kenyang Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui.


Karhutla terpantau sejak Sabtu pagi dan langsung dilakukan operasi pemadaman oleh tim gabungan dari berbagai instansi. Agar api tidak semakin merembet ke lahan lainnya.

"Sudah berhasil dipadamkan. Semua tim turun ke lokasi, termasuk bantuan dari BPBD Riau dan KLHK," kata Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Tengku Junaidi.

Tengku Junaidi menerangkan, tim Damkar diterjunkan ke lokasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk dari TNI, Polri, dan Balai TNTN.

Personil gabungan membawa peralatan berupa selang, mesin penyedot air, dan perangkat lainnya.

Namun api sudah sempat menyebar karena angin yang bertiup kencang, ditambah lagi dengan kondisi tanaman yang kering.

"Kurang lebih ada 50 hektar lahan yang terbakar. Alhamdulillah sudah tuntas semuanya," beber Tengku Junaidi.

Ia menyebutkan, petugas di lokasi terkendala dengan sulitnya mencari air untuk menyiram dan memadamkan api.

Ketersediaan air sangat minim yang membuat Karhutla semakin meluas dan operasi pemadaman darat tidak maksimal.

Alhasil, BPBD Riau mengirimkan bantuan pemadaman udara yakni helikopter untuk melakukan Water Bombing (WB).

Berkat bantuan Helikopter WB ini, api berhasil padam dan tidak ada lagi asap.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.