Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Jaringan Listrik Kabel Bawah Laut Pulau Sumatera-Bengkalis Ditunggu Masyarakat

Jaringan Listrik Kabel Bawah Laut Pulau Sumatera-Bengkalis Ditunggu Masyarakat

admin
Selasa, 05 Mei 2026 14:15
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Pembangunan jaringan listrik interkoneksi kabel bawah laut, yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Bengkalis kembali masih ditunggu masyarakat. Investasi senilai Rp1 triliun yang ditargetkan rampung dan beroperasi pada pertengahan 2027, kini mulai dipertanyakan masyarakat karena dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan di lapangan.


Dari pantauan di lapangan, lokasi pembangunan gardu induk (GI) di lokasi PLTD PLN Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis belum ada tanda-tanda realisasi proyek strategis tersebut. Bahkan dinilai masyarakat masih jauh dari harapan. Bahkan masyarakat mempertanyakan keberadaan titik lokasi pembangunan GI di Pulau Bengkalis yang hingga kini belum terlihat wujudnya, sebagai lokasi interkoneksi kabel bawah laut yang menghubungkan GI di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukitbatu.


Zulfahmi, salah seorang warga Desa Pangkalan Batang, mengaku heran dengan lambannya perkembangan proyek yang sebelumnya telah dijanjikan akan menjadi solusi jangka panjang krisis listrik di Pulau Bengkalis.


“Ya, kalau memang targetnya 2027 sudah beroperasi, setidaknya di pertengahan 2026 ini sudah terlihat titik lokasi gardu induknya mulai pengerjaan pemetaan lokasi GI. Tapi sampai sekarang belum jelas di mana kegiatannya akan berlanjut,” jelasnya, saat dijumpai di rumahnya yang tak jauh dari lokasi PLTD PLN Desa Pangkalan Batang, Selasa (5/5/2026).


Ia mengatakan, masyarakat Pulau Bengkalis selama ini membayar listrik dengan tarif yang sama, seperti daerah lain di luar pulau, namun belum merasakan kualitas layanan yang setara. Bahkan saat ini kondisi listrik sering terjadi pemadaman.


“Padahal kami bayar listrik sama seperti daerah lain, tapi kenapa kondisi di Pulau Bengkalis masih jauh dari harapan. Kami ini juga bagian dari wilayah 3T di NKRI,” katanya.


Sedangkan Hendra Jeje ST, anggota Komisi II DPRD Bengkalis yang membidangi masalah kelistrikan juga mempertanyakan progres proyek listrik interkoneksi melalui kabel bawah laut. Karena dengan kondisi listrik PLN yang ada saat ini sangat sulit untuk mendatangkan para investor maupun para pengusaha yang mau berinvestasi menanamkan modalnya untuk membangun usaha.


"Ya, kami juga mempertanyakan kondisi listrik di Pulau Bengkalis yang sering padam. Kalau pembangunan GI di Pangkalan Batang sudah terkoneksi melalui kabel bawah laut, tentu persoalan energi listrik di pulau Bengkalis sudah aman," jelasnya.


Sebelumnya, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Adi Priyanto, bersama anggota DPR RI Komisi XII Iyeth Bustami, beberapa waktu lalu sempat meninjau pembangunan Gardu Induk di Desa Buruk Bakul, Pulau Sumatera. Saat itu, progres pembangunan GI di wilayah Sumatera telah mencapai 55 persen dan saat ini sudah beroperasi, sementara GI di Desa Pangkalan Batang, Bengkalis, masih dalam tahap lelang.


Dalam kunjungan tersebut, PLN menyatakan proyek interkoneksi kabel bawah laut ditargetkan selesai pada pertengahan 2027 dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas listrik Bengkalis hingga 60 megawatt (MW). Proyek ini juga disebut sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)Namun hingga kini, realisasi di Pulau Bengkalis dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti. Padahal, kebutuhan listrik di daerah tersebut terus meningkat, sementara kapasitas pembangkit masih terbatas.


Anggota DPR RI Komisi XII, Iyeth Bustami, sebelumnya juga menegaskan pentingnya percepatan proyek kabel bawah laut ini. Ia menyebut proyek tersebut sebagai kebutuhan strategis guna menjamin pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat Bengkalis.


Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya operasional PLTD yang selama ini mengandalkan bahan bakar minyak dalam jumlah besar.


Masyarakat kini berharap pemerintah daerah, termasuk Bupati dan DPRD Kabupaten Bengkalis, dapat mendorong percepatan realisasi proyek tersebut agar tidak sekadar menjadi janji.


“Harapan kami jelas, proyek ini jangan hanya jadi wacana. Kami butuh kepastian, bukan janji-janji,” jelasnya.


Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pemerataan infrastruktur dasar, khususnya listrik, masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Bengkalis yang selama ini menghadapi keterbatasan akses energi yang andal.(riauposjawapos).

Sumber: https://riaupos.jawapos.com/bengkalis/2606020001/jaringan-listrik-kabel-bawah-laut-pulau-sumatera-bengkalis-ditunggu-masyarakat?page=2

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.