Kamis, 09 Apr 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Banjir di Desa Dedap Kepulauan Meranti, 100 KK Mengungsi 563 KK Lumpuh dan Tidak Bisa Beraktifitas

Banjir di Desa Dedap Kepulauan Meranti, 100 KK Mengungsi 563 KK Lumpuh dan Tidak Bisa Beraktifitas

Admin
Jumat, 27 Nov 2020 15:42
pekanbaru.tribunnews.com

MERANTI - Banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Sedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti Riau sejak dua hari yang lalu.

Hujan yang mengguyur dan fenomena La Nina menjadi faktor penyebab meluapnya air sampai merendam rumah warga.

Banjir diakibatkan curah hujan yang tinggi dan naiknya air air laut karena pasang di daerah tersebut.

Camat Tasik Putri Puyuh Sugiati saat dikonfirmasi mengatakan karena meluapnya air, tanggul sekat kanal milik RAPP yang ada di desa tersebut juga sempat terbuka yang mengakibatkan air meluap ke permukaan dan membanjiri rumah warga.

"Karena curah hujan yang tinggi termasuk fenomena la Nina peningkatan suhu permukaan air laut membuat air meluap jadi jebol dia (tanggul kanal)," ungkap Sugiati kepada Tribun melalui sambungan telepon Jumat (27/11/2020).

Ratusan rumah warga di Desa Sedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti terendam banjir sejak dua hari yang lalu, Rabu (25/11/2020). (Istimewa)

Dijelaskan Sugiati akibat meningkatnya volume air kemudian meluap secara besar dan membuat kanal-kanal RAPP menjadi terbuka dan membuat air merembes hingga ke perumahan warga. Walaupun dikatakan Sugiati tim gabungan dan perusahaan langsung singap menutup tanggul kanal secara manual sejak kemarin dan saat ini menunggu alat berat datang untuk menutup kanal.

"Kemarin itu pengerjaannya masih manual, nanti akan ada alat berat yang datang, utnuk menutup kembali kanal," ujarnya.

Dikatakan Sugiati ada sebanyak 7 kanal yang berada di sana, namun dirinya belum bisa menjabarkan secara rinci berapa panjang kanal yang ada di sana.

"Itu memang kondisinya jebol, karena kemarin kita juga rapat dengan RAPP, Kalaksa BPBD, Kapolsek, ada RAPP juga di situ. Kita mencari solusi tapi juga menceritakan awalnya itukan, jadi dijelaskan itu (tanggul) bukan dibuka tapi terbuka," jelas Sugiati.

Kondisi banjir juga mulai turun dimana terakhir kemarin sore pukul 17.00 WIB berada dikisaran 48 cm sampai dengan 69 cm.


Walaupun demikian sejumlah warga bakan harus menggunakan sampan untuk melewati jalan di sekitaran desa.

Total dijelaskankan Sugiati ada sebanyak lebih kurang 100 KK yang terendam air total dan kurang lebih 350 KK rumah warga yang tergenangi air hampir batas lantai.

"100 KK itu artinya rumahnya telah digenangi air dan warganya harus mengungsi, dan 350 itu air sudah menggenangi teras dan hampir ke lantai dalam rumah. Kemudian 217 KK itu mereka terlena dampak air dan todak bisa beraktivitas. Total yang lumpuh sama sekali tidak beraktivitas 563 KK," Jelasnya.

Dijelaskan Sugiati masyarakat yang harus mengungsi sementara tinggal di rumah keluarganya yang juga berada di desa Dedap atau di desa tetangga.

Ratusan rumah warga di Desa Sedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti terendam banjir sejak dua hari yang lalu, Rabu (25/11/2020). (Istimewa)

Terkait hal itu dijelaskannya Pemda Meranti juga telah menyalurkan bantuan beras 7,8 ton tadi malam dan sudah siap akan dibagikan pagi ini. "Hari ini juga menyusul bantuan logistik dari RAPP sudah menuju pelabuhan Dedap itu 600 kaleng Sarden, 600 kotak indomie dan 600 liter minyak goreng," tuturnya.

Posko kesehatan juga dikatakan Sugiati telah disediakan oleh tim gabungan dan juga pihak perusahaan RAPP di lokasi

"Selain tim medis obat-obatan juga sudah di drop di lokasi," tuturnya.

Sebagian besar permintaan bantuan langsung disampaikan oleh pemerintah dan masyarakat setempat kepada pihak perusahaan terkait bencana tersebut.

"Terkait seluruh kebutuhan masyarakat itu memang direspon semua, dan juga termasuk makan minum tim di lapangan mereka (RAPP) juga mengakomodir," jelasnya.

Perusahaan juga dijelaskannya akan mengakomodir permintaan warga jika ada warga yang sakit untuk dirujuk kerumah sakit lanjutan.


Dijelaskannya, sampai hari ini penurunan tinggi air yang meluap menunjukkan penurunan.

"Sampai pagi tadi laporannya sudah ada penurunan tinggi air sekitar 10 cm, dan tim kami  tetap ada baik dari Pemerinah kecamatan, Polsek, PKM, BPBD dan perusahaan standby ditempat." Pungkasnya.

Sebagai informasi Hasil rapat bersama Pemerintah Kecamatan, Desa, Polsek, Polres, Kesbangpol, forum PL2P, dengan  pihak manajemen PT. RAPP, dan tokoh masyarakat telah  menyepakati akan menutup  sementara kanal pembuangan Air ke sungai Dedap. Pihak perusahaan akan membantu perekonomian warga 781 KK, dimana data warga Desa Dedap yg terdampak dan mengungsi  350 KK dan ditambah warga yg terdampak (tidak mengunsi)/belum dapat bekerja 215 KK ( total 565 KK ).

Selain itu di desa lain yang tersampak warga Desa Mekar Delima sebanyak 24 KK, Warga Desa Putri Puyu 57 KK, Warga Desa Tanjung padang135 KK.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.