Selasa, 02 Jun 2026
- Home
- Lingkungan
- Cara Mencegah Karhutla, PT KTU Astra Group Telah Menerapkan sistem Integrated Water Management System
Lingkungan
Cara Mencegah Karhutla, PT KTU Astra Group Telah Menerapkan sistem Integrated Water Management System
Laporan : Rudy
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 25 Jul 2020 01:33
SIAK - Untuk mengendalikan tingginya permukaan air pada lahan gambut guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Perusahaan Perkebunan Sawit PT Kimia Tirta Utama (KTU) Group Astra menerapkan sistem pengukuran air terpadu (Integrated Water Management System).
Administrator PT Kimia Tirta Utama (KTU) Ahcmad Zulkarnain mengatakan bahwa sistem pengukuran air terpadu (Integrated Water Management System) bisa mencegah kebakaran secara permanen dan berkelanjutan dengan mengendalikan permukaan air dengan stabil pada ketinggian 33-55 cm.
"Untuk mengetahui tingginya permukaan air, kita periksa setiap hari pada seluruh blok yang ada,"kata Kepala Administrateur PT KTU, Achmad Zulkarnain, Jumat 24 Juli 2020.
Lanjut Achmad Zulkarnain, nantinya akan ada sistem pelaporan secara otomatis termasuk juga emisi dan kepadatan udara. Ini mencakup semua area gambut PT KTU yang pada inti 2.500 ha dan plasma 2,600 ha atau 48 persen total lahan.
"Dengan demikian kita tidak mau alam karhutla melakukan pemadaman saja, akan tetapi bisa dicegah dan diketahui sedini mungkin. Selain juga melakukan pemantauan dengan menara api dan drone,"terang orang nomor satu di perusahaan kelapa sawit PT.KTU.
Di samping itu, PT KTU juga memanfaatkan teknologi informasi melalui penyiaran pesan singkat atau SMS Broadcast. Dalam radius tertentu pengguna telepon seluler akan mendapatkan pesan jika ada karhutla.
"Dalam hal ini kita juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dengan menggunakan aplikasi lancang kuning, jadi otomatis terkontrol,"ucapnya.
Sementara Kapolres Siak, AKBP Doddy F Sanjaya SH, SIK, MIK saat ikut meninjau sistem pengukuran air terpadu (Integrated Water Management System) di PT.KTU sangat mengapresiasi dan dia berharap perusahan lain bisa mengikuti sistem seperti itu guna memaksimalkan karhutla.
"Harapan kita semua pengusaha perkebunan sawit yang lain juga harus punya sistem pengukuran air terpadu (Integrated Water Management System) untuk mengetahui tinggi rendahnya permukaan air di areal gambut. Dari sarpras sudah cukup lengkap, personel juga punya tim inti didukung Masyarakat Peduli Api, juga membuat kanal dan embung yang sangat terjaga, dan pengukur tinggi air agar tanah selalu basah," ungkapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Syafrilenti salut terhadap persiapan PT KTU untuk melakukan pemadaman. Menurutnya sudah sangat baik dan perlu dicontoh oleh perusahaan lain.
" Banyak Perusahan di Kabupaten Siak ini belum sadar akan pentingnya kesiapan dalam menghadapi karhutla," jelasnya.(*).
komentar Pembaca