Sabtu, 06 Jun 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Jalan 4 Desa Korban Longsor Kampar Kiri Hulu Memprihatinkan

Jalan 4 Desa Korban Longsor Kampar Kiri Hulu Memprihatinkan

Kamis, 17 Des 2015 14:52
PEKANBARU - Sungguh memprihatinkan nasib masyarakat 4 desa korban banjir dan longsor, di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau beberapa hari lalu. Hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah mengenai perbaikan jalan di sana akibat longsor.

Alfian Furqoni, warga Desa Batu Sasak, Kampar Kiri Hulu yang dikonfirmasi melalui selulernya mengeluhkan kondisi jalan yang digenangi lumpur hingga lutut orang dewasa.

"Maaf cakap, stok beras aja untuk makan sehari-hari sampai kehabisan. Jalan di sini hanya bisa dilalui menggunakan sepeda motor, itu pun harus dibantu dorong kalau membawa barang belanja dari Lipat Kain. Karena mobil barang harian belum bisa masuk ke desa kami," keluh pria dua orang anak ini, Kamis (17/12/2015).

Diakui Alfian, memang saat longsor melanda Desa Deras Setajak, Tanjung Karang, Batu Sasak dan Lubuk Bigau, pemerintah telah menurunkan dua alat berat ke lokasi longsor. Namun disayangkannya, setelah longsor diratakan oleh alat berat, bukan memperbaiki kondisi jalan, malah sebaliknya.

Diceritakan Alfian, kondisi jalan berlumpur itu dari Desa Deras Setajak hingga Desa Batu Sasak. Sedangkan dari Batu Sasak ke Lubuk Bigau sama sekali jalan tidak bisa dilalui, sebab longsor belum tersentuh alat berat dan jembatan hanyut terbawa arus air.

Selain empat desa tersebut, kata Alfian, terdapat tiga desa lagi yang kesulitan mendapatkan sembako karena jalan rusak, di antaranya Desa Kebun Tinggi, Pangkalan Kapas dan Tanjung Permai.

"Karena jalan menuju Lipat Kain tidak bisa dilalui sama sekali karena ada longsor di daerah Lubuk Bigau, masyarakat di sana memilih belanja di Payakumbuh Sumatera Barat (Sumbar)," terangnya.

Ditambahkan Alfian, masyarakat di sana sangat mengharapkan perbaikan jalan dari pemerintah. Bahkan, masyarakat tidak mempermasalahkan soal bantuan sembako, asalkan jalan dapat diperbaiki.

"Jalan itu merupakan askses kami satu-satunya untuk mengeluarkan hasil pertanian, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau jalan lumpurnya selutut orang dewasa, bagaimana nasib kami ini," rintih Alfian sambil menyebut kalau dirinya sedang berada di Lipat Kain belanja kebutuhan rumah tangganya.(hrc)
PEKANBARU - Sungguh memprihatinkan nasib masyarakat 4 desa korban banjir dan longsor, di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau beberapa hari lalu. Hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah mengenai perbaikan jalan di sana akibat longsor.

Alfian Furqoni, warga Desa Batu Sasak, Kampar Kiri Hulu yang dikonfirmasi melalui selulernya mengeluhkan kondisi jalan yang digenangi lumpur hingga lutut orang dewasa.

"Maaf cakap, stok beras aja untuk makan sehari-hari sampai kehabisan. Jalan di sini hanya bisa dilalui menggunakan sepeda motor, itu pun harus dibantu dorong kalau membawa barang belanja dari Lipat Kain. Karena mobil barang harian belum bisa masuk ke desa kami," keluh pria dua orang anak ini, Kamis (17/12/2015).

Diakui Alfian, memang saat longsor melanda Desa Deras Setajak, Tanjung Karang, Batu Sasak dan Lubuk Bigau, pemerintah telah menurunkan dua alat berat ke lokasi longsor. Namun disayangkannya, setelah longsor diratakan oleh alat berat, bukan memperbaiki kondisi jalan, malah sebaliknya.

Diceritakan Alfian, kondisi jalan berlumpur itu dari Desa Deras Setajak hingga Desa Batu Sasak. Sedangkan dari Batu Sasak ke Lubuk Bigau sama sekali jalan tidak bisa dilalui, sebab longsor belum tersentuh alat berat dan jembatan hanyut terbawa arus air.

Selain empat desa tersebut, kata Alfian, terdapat tiga desa lagi yang kesulitan mendapatkan sembako karena jalan rusak, di antaranya Desa Kebun Tinggi, Pangkalan Kapas dan Tanjung Permai.

"Karena jalan menuju Lipat Kain tidak bisa dilalui sama sekali karena ada longsor di daerah Lubuk Bigau, masyarakat di sana memilih belanja di Payakumbuh Sumatera Barat (Sumbar)," terangnya.

Ditambahkan Alfian, masyarakat di sana sangat mengharapkan perbaikan jalan dari pemerintah. Bahkan, masyarakat tidak mempermasalahkan soal bantuan sembako, asalkan jalan dapat diperbaiki.

"Jalan itu merupakan askses kami satu-satunya untuk mengeluarkan hasil pertanian, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau jalan lumpurnya selutut orang dewasa, bagaimana nasib kami ini," rintih Alfian sambil menyebut kalau dirinya sedang berada di Lipat Kain belanja kebutuhan rumah tangganya. - See more at: http://halloriau.com/read-kampar-75074-2015-12-17-jalan-4-desa-korban-longsor-kampar-kiri-hulu-memprihatinkan.html#sthash.7UTt2WJH.dpuf
Lingkungan
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 16:40

    Wako Agung Nugroho Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru

    PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 3 Batam asal Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Ia menyapa langsung para jemaah di Bandara Sultan Syarif Kasi

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:36

    Polsek Tanah Putih Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMPN 6

    TANAHPUTIH- Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi remaja dan pelajar di S

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:35

    Penampakan Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus du

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:01

    Gasak 700 Dolar AS Milik Turis Australia, WN Iran Dibekuk Polisi di Ubud Bali

    Kepolisian Resor Gianyar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AFK atas dugaan tindak pidana pencurian terhadap sesama warga asing. AFK diduga mengambil uang milik seo

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:57

    Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya

    Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.